Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Jateng Sudah Ungsikan 961 Warga Rentan dari Lereng Merapi

Selasa 10 Nov 2020 05:35 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah ibu dan anak warga lereng Gunung Merapi dievakuasi di Stabelan, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (9/11/2020). Proses evakuasi dilakukan bagi warga lansia, ibu hamil dan anak-anak yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III desa Tlogolele yaitu dukuh Stabelan, Takeran dan Mbelang.

Sejumlah ibu dan anak warga lereng Gunung Merapi dievakuasi di Stabelan, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (9/11/2020). Proses evakuasi dilakukan bagi warga lansia, ibu hamil dan anak-anak yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III desa Tlogolele yaitu dukuh Stabelan, Takeran dan Mbelang.

Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Jumlah pengungsi Gunung Merapi terus bertambah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sedikitnya 961 jiwa warga dari sejumlah desa di lereng gunung Merapi di wilayah Provinsi Jawa Tengah telah diungsikan, sejak aktivitas vulkanik gunung berapi tersebut meningkat, beberapa hari terakhir. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari upaya evakuasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, yang dilakukan guna mengantisipasi keamanan warga di zona bahaya bencana vulkanik gunung Merapi di Jawa Tengah.

“Total ada 961 jiwa warga Jawa Tengah yang saat ini sudah mengungsi, sebanyak 175 jiwa warga di Kabupaten Klaten dan sisanya warga di Kabupaten Magelang,” ungkap Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Syafrudin di Semarang, Senin (9/11).

Baca Juga

Ia mengatakan, umumnya warga yang telah diungsikan tersebut merupakan warga lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta bayi di bawah lima tahun (balita) atau warga kelompok rentan dari sejumlah desa di zona bahaya Merapi. Ia juga mengakui, jumlah pengungsi sejak meningkatnya status aktivitas gunung Merapi dari waspada ke siaga level 3 memang terus bertambah. 

“Kini mereka telah menghuni lokasi penampungan yang relatif aman dari zona bahaya erupsi gunung Merapi,” jelasnya.

Untuk sementara, belum dapat diprediksi sampai kapan warga rentan tersebut bakal mengungsi dan ditampung di berbagai tempat penampungan yang sudah dipersiapkan tersebut. Karena BPBD Provinsi Jawa Tengah juga masih terus menunggu perkembangan status aktivitas gunung Merapi. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika status aktivitas gunung Merapi terus meningkat menjadi awas penghuni tempat penampungan tersebut bakal terus bertambah.

“Sampai kapan belum pasti, tetapi kalau nanti statusnya meningkat lagi menjadi awas, pasti akan ada lebih banyak lagi pengungsi. Mudah- mudahan statusnya segera turun dan itu masih terus kami pantau,” tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA