Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Bersiap Kuliah Luring, UMY Koordinasi ke Warga Sekitar

Jumat 28 Aug 2020 02:08 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Fakhruddin

Bersiap Kuliah Luring, UMY Koordinasi ke Warga Sekitar. Kampus UMY.

Bersiap Kuliah Luring, UMY Koordinasi ke Warga Sekitar. Kampus UMY.

Foto: Wahyu Suryana.
Akan ada kebiasaan-kebiasaan baru dalam menjalankan perkuliahan.

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Perkuliahan semester ganjil tidak lama lagi dimulai. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta akan melakukan perkuliahan dengan dua metode yaitu luring (luar jaringan) dan daring (dalam jaringan).

Dalam rangka mematangkan persiapan kedatangan mahasiswa, UMY mengadakan lagi pertemuan dengan warga di sekitar UMY. Pertemuan ini dihadiri kepala daerah seperti camat dan lurah serta kapolsek dan koramil setempat.

Rektor UMY, Dr. Gunawan Budiyanto mengatakan, UMY akan melakukan perkuliahan cara baru dengan protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Artinya, akan ada kebiasaan-kebiasaan baru dalam menjalankan perkuliahan.

"Seperti dengan jumlah kapasitas kelas yang dikurangi, misalnya dari 60 mahasiswa mejadi 25 saja," kata Gunawan, Kamis (27/8).

Ketua Gugus Tugas Covid-19 UMY, Dr. Sukamta menuturkan, perkuliahan ganjil akan dilaksanakan pada 14 September 2020. Serta, UMY memiliki agenda untuk melaksanakan upacara wisuda pada 9 dan 10 September 2020 mendatang.

UMY telah lakukan audiensi dengan Tim Penanganan Covid-19 DIY, konsultasi dengan Pemda DIY, dan mendapat arahan Wakil Gubernur DIY. Kemudian, sudah menyerahkan satu bendel protokol kesehatan yang telah disiapkan.

"Dan telah dipersilakan untuk melakukan kuliah secara luring," ujar Sukamta.

Selain itu, UMY dalam melakukan screening untuk memutus penyebaran Covid-19 melakukan pengecekan suhu di depan gerbang utama. Kemudian, membuat rencana penanganan jika terdeteksi ada yang tertular.

Pada akhir pertemuan, dilakukan penandatanganan surat persetujuan oleh pihak universitas dan para kepala daerah. Surat itu akan disebarkan ke masyarakat setempat agar tidak terjadi keraguan ketika kedatangan mahasiswa mendatang. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA