Jumat 07 Aug 2020 19:05 WIB

34 Produk UMKM Purbalingga Masuk di Toko Modern

Toko modern yang memasarkan produk UMKM Purbalingga tersebut baru sebanyak 4 outlet.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih
Sejumlah pengunjung melihat-lihat makanan dan minuman produksi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam sebuah pameran. (ilustrasi)
Foto: Antara/Andika Wahyu
Sejumlah pengunjung melihat-lihat makanan dan minuman produksi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam sebuah pameran. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Jumlah produk UMKM yang dipasarkan melalui toko modern di Purbalingga terus meningkat. Terakhir, sudah 34 produk yang sudah dipasarkan.

''Ke depan, kita akan terus berupaya agar produk yang masuk bisa semakin banyak. Dan outlet yang menjual produk tersebut semakin banyak,'' kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Jumat (7/8).

Baca Juga

Saat ini, outlet toko modern yang memasarkan produk UMKM Purbalingga tersebut baru sebanyak 4 outlet. Namun ke depan, dia berharap seluruh outlet toko modern di Purbalingga bisa memajang produk UMKM Purbalingga.

''Bahkan kalau bisa, diperluas hingga gerai-gerai yang ada di luar Purbalingga,'' ucap dia.

Bupati menyampaikan apresiasinya atas kesediaan toko modern tersebut menerima produk UMKM Purbalingga. Dia menyebutkan, hal ini didorong Pemkab semata-mata untuk membantu UMKM lokal agar bisa naik kelas dan memiliki daya saing yang sama dengan produk pabrikan.

Bupati mengakui, produk UMKM yang bisa masuk gerai toko modern tentu harus memenuhi  berbagai persyaratan kualitas. Namun dia menilai, produk UMKM di Purbalingga sudah cukup banyak yang berkualitas.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya produk UMKM yang di ekspor dan juga masuk dalam program marketplace. Untuk itu, Bupati berharap kemitraan ini bisa menjadi contoh bagi toko modern lain untuk bisa bantu memasarkan produk UMKM lokal.

Bahkan kelak, Pemkab akan memasukkan kesanggupan memasarkan produk lokal sebagai salah satu persyaratan pendirian toko modern. ''Toko modern harus bersedia bekerja sama dengan UMKM lokal sebagai bentuk pemberdayaan. Kalau hanya numpang membangun di Purbalingga, ya saja buat apa? Yang kita butuhkan ya kerjasamanya dan kontribusinya terhadap pemberdayaan UMKM Purbalingga,'' katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement