Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Lima Objek Wisata Berbasis Masyarakat di Kulonprogo Ditutup

Ahad 22 Mar 2020 20:47 WIB

Red: Agung Sasongko

Wisata di Kulonprogo. Ilustrasi

Wisata di Kulonprogo. Ilustrasi

Foto: Republika/Eric Iskandarsjah Z
Penutupan dimulai 21 Maret sampai 2 April 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lima objek wisata berbasis masyarakat di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditutup sementara. Penutupan dimulai 21 Maret sampai 2 April 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Niken Probo Laras mengatakan, objek wisata berbasis masyarakat yang ditutup adalah Pule Payung, Kalibiru, Canthing Mas, Kebun Teh Nglinggodan Ayunan Langit.

"Sesuai arahan Ketua Gugus Tugas Bidang Ekonomi Pemda DIY, objek wisata ditutup. Namun, kami menunggu surat edaran dari provinsi, Insha Allah besuk, Senin (23/3) secara resmi," kata Niken.

Ia mengakui Dipsar Kulon Progo juga masih menunggu keputusan penutupan sementara objek wisata yang dikelola oleh pemerintah kabupaten.

Hingga saat ini, objek wisata yang dikelola pemkab masih melayani pengunjung, meski wisatawan yang berkunjung turun signifikan.

"Kebijakan penutupan objek wisata yang dikelola pemkab menunggu perkembangan," katanya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalibiru Sumarjono mengatakan objek wisata Kalibiru ditutup sejak 21 Maret hingga 2 April, dan dibuka kembali pada 3 April 2020. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

"Kami tidak memberikan pelayanan. Hal ini mengingat wisatawan yang datang ke Kalibiru ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk mengantisipasi penularan COVID-19, Kalibiru ditutup hingga 2 April 2020," kata Sumarjono.

Ia mengakui adanya penyebaran COVID-19 sejak awal 2020 ini, kunjungan wisatawan Kalibiru anjlok. Pada libur akhir pekan, kunjungan wisatawan bisa mencapai 400 hingga 500 orang perhari, dan pada hari biasa mencapai 150 hingga 200 orang per hari.

"Setelah ada penyebarab COVID-19, kunjungan wisatawan tidak lebih dari 40 orang per hari. Kami hanya bisa berharap COVID-19 ini bisa hilang, sehingga kunjungan wisatawan kembali bangkit," harapnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA