Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Dinsos: Kantor ACT di Bandung Belum Miliki Izin Kumpulkan Donasi

Rabu 06 Jul 2022 17:00 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Dinsos Kota Bandung menyatakan lembaga donasi ACT belum kantongi izin PUB. Ilustrasi.

Dinsos Kota Bandung menyatakan lembaga donasi ACT belum kantongi izin PUB. Ilustrasi.

Foto: Istimewa
Dinsos Kota Bandung menyatakan lembaga donasi ACT belum kantongi izin PUB

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung menyatakan lembaga donasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) belum memiliki izin untuk beroperasi menyelenggarakan pengumpulan uang atau barang (PUB) atau donasi. Kantor ACT di Kota Bandung berada di Jalan Lodaya, Kota Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya Kementerian Sosial mencabut izin ACT terkait adanya dugaan pelanggaran. "Jadi (ACT) belum pernah melakukan pengurusan izin karena persyaratan perizinan itu dari kewilayahan dulu," kata Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Bandung Ajat Munajat di Bandung, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga

Meski sebelumnya sudah memiliki izin dari Kementerian Sosial, menurutnya aktivitas PUB di tingkat daerah pun perlu memiliki izin. Hal tersebut pun tertuang pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan PUB dan pada Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 5 Tahun 2015.

Ajat mengatakan banyak lembaga kesejahteraan sosial (LKS) lainnya yang berada di Kota Bandung sudah memiliki izin. Namun sejak ia berdinas di Dinas Sosial pada 2021, ia belum pernah menguruskan perizinan terkait ACT. "Di Kota Bandung itu banyak dan sudah berizin. Kalau sudah berizin juga harus disurvei lagi ke lapangan," kata Ajat.

Kini lembaga donasi tersebut telah resmi dicabut izinnya berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia No.133/HUK/2022 tanggal 5 Juli 2022. Pencabutan izin itu buntut dari adanya dugaan pelanggaran peraturan yang dilakukan oleh pihak yayasan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA