Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Ratusan Hewan Ternak yang Terkena PMK di Bandung Mulai Divaksin

Senin 27 Jun 2022 12:33 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah

Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi terhadap hewan ternak untuk mencegah peningkatan jumlah hewan sakit PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku.

Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi terhadap hewan ternak untuk mencegah peningkatan jumlah hewan sakit PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku.

Foto: Kementan
Pemberian vaksinasi diharapkan dapat membuat hewan ternak yang sakit sembuh dari PMK.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Ratusan hewan ternak yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Bandung mulai mendapatkan vaksin secara bertahap, Senin (27/6/2022). Pemberian vaksinasi diharapkan dapat membuat hewan ternak yang sakit sembuh dari PMK.

"Hari ini kita mulai melakukan proses vaksinasi kepada hewan ternak yang ada di Kota Bandung. Kota Bandung mendapat jatah 200 vaksin dan di tempat ini 66 sapi yang diberikan vaksin," ujar Wali Kota Bandung Yana Mulyana disela-sela meninjau vaksinasi di kandang peternak di Jalan Caringin, Kota Bandung, Senin (27/6/2022).

Baca Juga

Ia menuturkan vaksinasi hewan ternak diprioritaskan untuk sapi perah. Sapi-sapi yang diperjualbelikan untuk qurban akan diperiksa dan jika dinyatakan sehat akan diberi barcode.

"Di barcode itu nanti dengan aplikasi e-selamat, jadi nggak bisa ditukar-tukar karena ada foto sapinya, pemiliknya, ada histori, si sapinya dari mana. Itu memberi keyakinan bagi masyarakat untuk melaksanakan qurban di Idul Adha," ungkapnya.

Ia mengaku 200 vaksin untuk hewan ternak relatif cukup. Saat ini vaksin diberikan untuk sapi perah dan belum untuk kambing. "Insya allah cukup (200 dosis) untuk sapi yang akan dikembangbiakan," katanya.

Yana melanjutkan petugas turut memeriksa penjual sapi yang menjual di pinggir jalan. Ia mengingatkan masyarakat apabila menemukan sapi yang dijual tanpa barcode maka jangan dibeli sebab tidak terjamin kesehatan.

Ia mengatakan vaksin yang diberikan ke hewan ternak bukan untuk qurban. Sebab pemantauan terhadap kondisi hewan ternak yang divaksin dilakukan empat bulan mendatang.

"Bukan, jadi sekarang divaksin, terus empat bulan harus dipantau lagi, untuk vaksin kedua. Kalau sekarang mau qurban kan baru dua minggu, sayang juga vaksinnya. Tapi diperiksa kesehatannya, diukur suhunya, miriplah kayak orang, cuma memang sapi suhunya lebih tinggi dari kita," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA