Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Operasional Sempat Bermasalah, Sampah di Bandung Menumpuk

Ahad 07 Nov 2021 16:12 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan

Warga memilah sampah di atas bak sampah yang terparkir di TPA Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (7/11). Operasional alat berat untuk kegiatan sanitary landfil (menumpuk, memadatkan dan menimbun sampah dengan tanah) di tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti terganggu akibat krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) sejak Jumat (5/11). Hal tersebut mengakibatkan terhambatnya proses bongkar muat sampah dan pengangkutan sampah di wilayah Bandung Raya. Foto: Republika/Abdan Syakura

Warga memilah sampah di atas bak sampah yang terparkir di TPA Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (7/11). Operasional alat berat untuk kegiatan sanitary landfil (menumpuk, memadatkan dan menimbun sampah dengan tanah) di tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti terganggu akibat krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) sejak Jumat (5/11). Hal tersebut mengakibatkan terhambatnya proses bongkar muat sampah dan pengangkutan sampah di wilayah Bandung Raya. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
TPA Sarimukti juga menampung sampah dari Sungai Citarum dalam Citarum Harum.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sampah-sampah yang berada di tempat pembuangan sementara (TPS) belum bisa terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). Hal tersebut terjadi akibat pembuangan sampah di Bandung Raya terhambat ke TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hal itu disinyalir keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) untuk alat berat di lokasi TPA.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat memastikan operasional TPA Sarimukti berjalan lancar. Agar, keberlanjutan penanganan sampah dari empat kota kabupaten di Bandung Raya tetap berjalan.

Baca Juga

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Prima Mayaningtias, sampai saat ini TPA Sarimukti adalah satu-satunya tempat pembuangan akhir sampah yang beroperasi di wilayah Bandung Raya. Sehingga, menjadi andalan dalam mewujudkan kondisi wilayah perkotaan yang bersih dan sehat.

Berdasarkan data sampah yang masuk pada Tahun 2021, sampah yang ditimbun pada saat ini berjumlah mencapai 1.943 ton/hari, dengan penyumbang sampah terbesar adalah Kota Bandung sebesar 1.320 ton/hari.

"TPA Sarimukti juga menampung sampah yang diambil dari Sungai Citarum sebagai bagian dari Program Citarum Harum," ujar Prima, Sabtu (6/11).

Terkait dengan adanya dinamika operasional, menurut Prima saat ini tengah ditangani. Namun Prima mengatakan, meski ada hambatan pihaknya memastikan tidak menghentikan bahkan menutup TPA Sarimukti.

"Jika ada yang mengabarkan hal itu, kami memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar, hanya saja memang ada sedikit keterlambatan sehingga berjalan kurang optimal," katanya.

Saat ini pengiriman BBM akan segera dilakukan agar operasional TPA Sarimukti dapat berjalan kembali secara optimal. Prima pun menegaskan permasalahan sampah bukanlah tugas tunggal Pemerintah Provinsi. Permasalahan sampah merupakan tanggung jawab semua pihak.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah ke tempat pembuangan sampah (TPS) sementara waktu.

Imbauan tersebut dilakukan mengingat operasional tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Sarimukti, Bandung Barat terganggu akibat kehabisan bahan bakar minyak (BBM).

"Untuk antisipasi penumpukan lebih banyak lagi di TPS ataupun mobil kontainer akan diimbau kepada masyarakat untuk sementara tidak membuang sampahnya ke TPS atau kontainer," ujar Kepala DLHK Kota Bandung, Dudy Prayudi.

Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan DLH Provinsi Jawa Barat dan diketahui sedang mengupayakan mengirim BBM. Ia berharap pengiriman BBM segera dilakukan untuk operasional loader di TPA Sarimukti.

Pihaknya juga melakukan antisipasi terkait dampak bau yang ditimbulkan dari sampah yang menumpuk di TPS atau kontainer. Beberapa cara yang dilakukan menggunakan penghilang bau seperti minyak sereh, karbol dan lainnya.

"Memaksimalkan penataan ruang yang masih kosong di lokasi TPS apabila terjadi penumpukan yang tidak terhindarkan," ujar dia.

Ia melanjutkan, penggunaan maksimal terpal untuk TPS atau titik kumpul sampah di lokasi strategis sebab stok terpal terbatas. Dudy menambahkan akibat kondisi tersebut, sampah di TPS kota kabupaten se Bandung Raya belum diangkut ke TPA Sarimukti.

"Dampaknya sampah di TPS kota kabupaten se Bandung Raya, belum bisa diangkut ke TPA Sarimukti," katanya.

Pada laman instagram DLHK Kota Bandung terdapat video yang menunjukkan antrean truk pengangkut sampah yang diketahui di TPA Sarimukti Bandung Barat. Dalam keterangannya dijelaskan kondisi tersebut terjadi sejak Jumat (5/11) lalu.

Kondisi tersebut berdampak kepada pelayanan pengangkutan sampah menjadi terlambat. Masyarakat diimbau untuk menyimpan sementara sampah rumah tangga atau komersil dan tidak dibuang terlebih dahulu ke TPS.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA