Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

MUJ ONWJ Pasok 20 Ton Oksigen Cair ke Seluruh Jabar

Sabtu 31 Jul 2021 12:26 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Gubenur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, oksigen cair tersebut jika di konversikan akan menjadi ribuan tabung gas oksigen.

Gubenur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, oksigen cair tersebut jika di konversikan akan menjadi ribuan tabung gas oksigen.

Foto: Istimewa
Pemenuhan kebutuhan oksigen perlu kolaborasi dengan semua pihak termasuk korporasi. 

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Migas Hulu Jabar ONWJ (MUJ ONWJ) turut memasok 20 ton oksigen cair dari ISO Tank. Oksigen cair ini distribusikan ke seluruh rumah sakit dan pasien Covid-19 isolasi mandiri (isoman) di Jabar.

Pemprof Jabar menerima bantuan oksigen cair dari beberapa donatur diantaranya MUJ ONWJ, Sinasmas Group Sumatra Selatan, Krakatau Posco, Krakatau Steel, Aico Energi- Serba Dinamik, Pupuk Sriwidjaja, Kemenkes RI dan Tanoto Foundation.

Selain bantuan satu isotank, MUJ ONWJ juga turut mendukung penyaluran tabung oksigen yang dilakukan oleh Tim Posko Oksigen Jabar. Tabung oksigen tersebut disalurkan di Rumah Sakit-Rumah Sakit di seluruh penjuru Jabar.

Menurut Direktur Utama MUJ ONWJ Ryan Alfian Noor, MUJ ONWJ, pihaknya berkomitmen untuk mendukung kegiatan tim Posko Oksigen Jabar. Khusunya, dalam memenuhi pasokan oksigen ke rumah sakit untuk penanganan Covid-19.

“Sesuai dari arahan Pak Gubernur Jabar, Tim Posko Oksigen Jawa Barat akan terus melakukan usahanya untuk terus mencari sumber, solusi dan pemetaan pendistribusian oksigen agar kebutuhan harian Jabar tetap terjaga,” ujar Ryan dalam keterangannya, Sabtu (31/7).

Dikatakan Gubenur Jabar Ridwan Kamil, oksigen cair tersebut jika di konversikan akan menjadi ribuan tabung gas oksigen. "Kita lihat neracanya lalu dikirim ke seluruh penjuru mata angin termasuk 20 persen dari oksigen yang datang dibagi dua ada yang ke rumah sakit dan rumah-rumah warga," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Emil mengatakan, dalam menangani pandemi Covid-19 khususnya pemenuhan kebutuhan oksigen perlu kolaborasi dengan semua pihak termasuk korporasi. Kerja sama ini terealisasi berkat komunikasi dan hubungan baik yang kemudian ditindak lanjuti secara teknis oleh Posko Oksigen Jabar. 

Emil melaporkan, berkat dukungan semua pihak angka keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 kini sudah turun di angka 65 persen. Namun, dia tetap mengingatkan, bahwa pandemi belum berakhir.

"Perjalanan belum usai karena kita tidak tahu kapan pandeminya akan usai, apakah ada gelombang tiga. Makanya ketersediaan oksigen ini menjadi penting agar kita lebih siap," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA