Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

DPRD Bandung Dorong Sosialisasi Vaksinasi Lebih Gencar

Senin 08 Mar 2021 18:24 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Sejumlah pedagang menjalani tahap verifikasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum disuntik vaksin Covid-19 di Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Senin (8/3). Sedikitnya 300 pedagang menerima vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama pada pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Kota Bandung yang ditujukan bagi lansia dan petugas publik seperti aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri, pedagang pasar, pekerja seni, pekerja pariwisata dan sejenisnya. Foto: Republika/Abdan Syakura

Sejumlah pedagang menjalani tahap verifikasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum disuntik vaksin Covid-19 di Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Senin (8/3). Sedikitnya 300 pedagang menerima vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama pada pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Kota Bandung yang ditujukan bagi lansia dan petugas publik seperti aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri, pedagang pasar, pekerja seni, pekerja pariwisata dan sejenisnya. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pemerintah harus dapat mengantisipasi masyarakat yang tidak melek informasi vaksin

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Komisi A DPRD Kota Bandung mendorong agar sosialisasi tentang vaksinasi vaksin Covid-19 dilakukan lebih gencar lagi oleh pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Sebab masih ditemukan masyarakat khususnya lansia yang masih belum mengetahui tentang kegiatan vaksinasi.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Rizal Khairul mengatakan program vaksinasi harus lebih gencar disosialisasikan kepada masyarakat di tingkat akar rumput. Terlebih banyak masyarakat yang menanyakan tentang waktu vaksinasi bagi masyarakat umum.

"Program vaksinasi ini harus lebih gencar lagi diinformasikan kepada masyarakat karena memang masyarakat yang dibawah ketika awal pengen coba dulu (melihat yang lain) ada reaksi dulu. Saya pioner awal divaksin tidak ada reaksi apa apa, halal dan aman," ujarnya, Senin (8/3).

Ia menuturkan, pemerintah harus mempercepat proses vaksinasi bagi kalangan masyarakat di tengah kepercayaan yang baik terkait program vaksinasi. Saat ini, program vaksinasi sudah berjalan baik dengan penjadwalan yang masif."Ada yang bertanya dan percaya tinggal bagaimana mekanisme percepatan masyarakat yang lain," katanya.

Rizal mengatakan pemerintah harus dapat mengantisipasi masyarakat yang tidak melek informasi termasuk tidak semua lansia mengetahui kegiatan vaksinasi yang disosialisasikan pemerintah.

"Ada yang bertanya bagaimana vaksin harus daftar secara online? tidak seluruh masyarakat melek itu informasi sehingga harus dibantu dari segi pendaftaran tidak semua lansia memakai HP bagaimana menginformasikan kepada masyarakat kalau masyarakat tidak punya HP," katanya.

Ia mengaku sudah divaksin dua kali dan sudah terbentuk kekebalan meski baru 6.4. Ia mengatakan, kekebalan tubuh efektif meningkat maksimal dari 2 minggu hingga 3 bulan."Saya paling awal, pionir sepuluh orang pertama di Kota Bandung, jadi saya di vaksin awal tidak ada efek apa-apa. Kalau teman-teman DPRD baru kemarin di Pemkot," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA