Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Tempat Tidur Pasien Covid-19 Bandung Tersisa 122 Unit

Senin 18 Jan 2021 13:49 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas medis beraktivitas di depan ruang Instalasi Gawat Darurat di RS Darurat Covid-19 Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Selasa (12/1). Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama TNI AD mengubah barak Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) menjadi RS Darurat Covid-19 yang memiliki daya tampung sekitar 180 pasien dan diharapkan mampu meringankan beban rumah sakit rujukan di Jawa Barat yang saat ini tingkat keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 sudah mencapai 77,87 persen. Foto: Abdan Syakura/Republika

Petugas medis beraktivitas di depan ruang Instalasi Gawat Darurat di RS Darurat Covid-19 Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Selasa (12/1). Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama TNI AD mengubah barak Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) menjadi RS Darurat Covid-19 yang memiliki daya tampung sekitar 180 pasien dan diharapkan mampu meringankan beban rumah sakit rujukan di Jawa Barat yang saat ini tingkat keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 sudah mencapai 77,87 persen. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Keterisian kamar tidur RS itu di angka 90.72 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung mengungkapkan keterisian tempat tidur pasien Covid-19 sudah mencapai 90.72 persen atau sudah terisi 1.193 unit. Tempat tidur yang masih tersisa dan kosong yaitu sebanyak 122 unit.

"Keterisian kamar tidur RS itu di angka 90.72 persen. Sebanyak 1.193 tempat tidur terisi masih ada 122 tempat tidur kosong. Kita menginginkan tidak terpakai," ujar Ketua Satgas Harian Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, Senin (18/1).

Ia menjelaskan, level kewaspadaan penyebaran Covid-19 Kota Bandung masih berada di zona oranye atau sedang. Namun begitu, kasus penyebaran Covid-19 Kota Bandung mengalami kenaikan.

Baca Juga

Ema menambahkan, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas diluar di rumah sebab kasus penyebaran Covid-19 aktif mencapai 1.000 lebih. Kasus positif Covid-19 terus mengalami kenaikan yang diklaim bagian dari upaya trasing dan testing.

Ia mengatakan kasus kumulatif Covid-19 di Kota Bandung mencapai 7.062 kasus. Terdiri atas 1.135 kasus positif aktif, kasus pasien sembuh 5.764 dan pasien meninggal dunia sebanyak 163 kasus.

"7.062 konfirmasi (kumulatif), penambahan 119. 1.135 (aktif) penambahan 58 sudah mencapai angka satuan ribu aktif makanya hati-hati," ujarnya.

Ia menyebut peningkatan kasus Covid-19 salah satunya disebabkan upaya survailance yang dilakukan seperti trasing dan tracing. Oleh karena itu, peningkatan kasus Covid-19 terjadi bagian konsekuensi dari pengetesan masif yang dilakukan.

"Meningkat terus naik," katanya. Ema menambahkan, sejauh ini di Kota Bandung belum terdapat kasus Covid-19 dengan jenis baru.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA