Ahad 27 Dec 2020 11:39 WIB

Belasan Objek Wisata Diawasi Ketat, Terbanyak di Bandung Barat

Wilayah pantai di Kabupaten Pangandaran pun masuk dalam spot yang diminati

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com
 Belasan Objek Wisata Diawasi Ketat, Terbanyak di Bandung Barat
Belasan Objek Wisata Diawasi Ketat, Terbanyak di Bandung Barat

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat mencatat ada 11 daerah yang destinasi wisatanya menjadi favorit wisatawan selama libur panjang natal.

Oleh karena itu, menurut Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik, pengetesan Covid-19 tetap dilakukan bekerja sama dengan pengelola industri dan pemerintah setempat.

Dedi mengatakan, tiga daerah teratas yang menjadi sasaran wisatawan adalah Kabupaten Bandung Barat dengan 14 titik destinasi wisata, Bogor dan Kabupaten Garut masing-masing 11 titik destinasi wisata.

Selain itu, kata dia, Sukabumi dan Cirebon dengan 9 titik destinasi wisata, disusul Kabupaten Bandung dan Kabupaten Kuningan dengan 8 titik destinasi wisata, Cianjur dengan 6 titik destinasi wisata, Kabupaten Subang 4 destinasi wisata dan terakhir Kabupaten Ciamis.

“Ini berdasarkan data yang kami himpun, KBB paling diminati karena banyak destinasi wisata alam," ujar Dedi kepada wartawan akhir pekan ini.

Dedi mengatakan, wilayah pantai di Kabupaten Pangandaran pun masuk dalam spot yang diminati wisatawan. Yakni, dengan 17.000 orang yang datang per 24 Desember kemarin. "Data terbaru masih dalam proses,” katanya.

Menurut Dedi, semua destinasi tersebut diawasi dengan ketat. Semua protokol kesehatan diterapkan dengan disipilin. Tak hanya itu, fasilitas pendukung seperti hotel pun masuk dalam daftar pemantauan ketat.

Dedi pun meminta wisatawan dari dalam maupun luar daerah Jawa Barat yang ingin berlibur agar melengkapi diri dengan surat bebas Covid-19.

“Fasilitas Rapid tes antigen kami siapkan. Wisatawan dites secara acak. Ini juga sebagai antisipasi jika ada wisatawan yang terlanjur datang tapi tidak membawa surat lolos Covid-19,” paparnya.

Terkait hasil Rapid Tes antigen di tempat wisata, Dedi mengatakan datanya masih dihimpun, tapi jika ada yang reaktif, penanganan sesuai prosedur sudah disiapkan. "Seperti swab tes atau isolasi dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara menyebut pengetesan di Kota Bandung dilakukan di tempat yang ditempati atau dilintasi wisatawan. Di antaranya hotel dan terminal.

Pada Sabtu ini, tiga hotel yang dijadikan titik pengetesan antara lain di Four Points yang terletak di Jalan Ir H Juanda, Aryaduta Hotel di Jalan Sumatera, dan Best Western La Grande Hotel di Jalan Merdeka. Tes rapid antigen ditargetkan menyasar 40 wisatawan.

Sementara, tes rapid antigen yang dilakukan di terminal telah memasuki hari ketiga. Ahyani mengaku masih mengumpulkan laporan terkait ada atau tidaknya wisatawan yang reaktif corona.

Terpisah, hasil rapid tes yang dilakukan di sejumlah titik destinasi Kabupaten Bandung, ada dua wisatawan asal Jawa Tengah yang reaktif berdasarkan rapid test antigen. Banyak pula wisatawan yang memutuskan tak masuk kawasan wisata karena enggan mengikuti rapid tes.

Salah satu lokasi yang menyelenggarakan rapid tes antigen ada di Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali yang terbilang banyak destinasi wisata. Pemeriksaan itu digelar Polresta Bandung sejak 24 Desember kemarin. 

"Sampai saat ini sudah ada dua yang reaktif," kata Kasatlantas Polresta Bandung Kompol Erik Bangun Prakasa melalui pesan singkat, Sabtu (26/12/2020).

Selain itu, kata dia, ada 12 kendaraan wisatawan yang hendak menuju objek wisata namun diputarbalik polisi karena menolak dites rapid antigen dan tidak membawa surat hasil rapid antigen. Mereka didominasi wisatawan dari luar daerah.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement