Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Pemkot Bandung Sasar Tes Antigen ke Pengunjung Hotel

Ahad 27 Dec 2020 04:06 WIB

Red: Agus Yulianto

Wisatawan menjalani tes cepat (rapid test) swab antigen Covid-19 secara gratis.

Wisatawan menjalani tes cepat (rapid test) swab antigen Covid-19 secara gratis.

Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Tes antigen itu tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar pemeriksaan tes cepat antigen dengan menyasar pengunjung di tiga hotel yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/12). Pemeriksaan ini guna meminimalisasi penyebaran Covid-19 pada libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanaga mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan di Hotel Aryaduta, Hotel Four Points, dan Hotel Best Western La Grande. Dalam pemeriksaan itu, pihaknya berkoordinasi dengan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Kalau untuk pelaku perjalanan kita sudah mulai di Terminal Leuwipanjang. Baik yang berangkat atau yang datang,” kata Ahyani di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/12).

Pemeriksaan itu, kata dia, dilakukan secara acak baik kepada pendatang yang belum memiliki surat hasil pemeriksaan antigen maupun kepada yang sama sekali belum diperiksa. Ahyani memastikan, tes antigen itu tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis.

“Kita secara acak. Kita juga perlu mengonfirmasi. Nanti akan kita evaluasi,” kata.

Selain kepada pengunjung hotel, pemeriksaan itu juga bakal digelar di sejumlah tempat wisata, menyusul adanya aturan di Kota Bandung terkait kewajiban membawa hasil tes antigen kepada tempat wisata.

“Para wisatawan harus menunjukkan hasil negatif rapid antigen 3x24 jam sebelum datang ke Kota Bandung,” kata Ahyani.

Meski menyediakan tes antigen, Ahyani meminta, kepada masyarakat Kota Bandung maupun luar kota untuk berpikir secara matang apabila berkeinginan pergi ke tempat wisata.  Pasalnya, Ahyani mengatakan lonjakan kasus COVID-19 akhir-akhir ini salah satunya disebabkan oleh adanya mobilitas masyarakat yang tinggi usai libur panjang.

Maka dari itu, Ahyani mengingatkan, kepada masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan ketat. Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan tidak berkerumun.

"Waktu liburan Oktober saja, kita masih menyelesaikan (kasus COVID-19 hasil liburan panjang itu sampai dengan sekarang," katanya.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA