Senin 30 Nov 2020 13:51 WIB

Kasus Positif Covid-19 di Indramayu Tembus 747 Orang

Masyarakat diminta jangan lengah dan bosan menerapkan protokol kesehatan.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto
Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara.
Foto: Dok Diskominfo Indramayu
Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu semakin melonjak. Masyarakat diingatkan untuk tidak bosan menerapkan protokol kesehatan.

Saat ini jumlah total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indramayu mencapai 747 orang," ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Senin (30/11).

Melonjaknya kasus positif hingga menembus lebih dari 700 kasus itu terjadi setelah adanya penambahan 63 kasus baru dalam tiga hari terakhir ini.

Deden menjelaskan, penambahan masing-masing terjadi pada Jumat (27/11) sebanyak 26 kasus, pada Sabtu sebanyak 12 kasus, dan pada Ahad (29/11) sebanyak 25 kasus.

Deden menjelaskan, dari penambahan pasien selama tiga hari tersebut, berasal dari Kecamatan Indramayu sebanyak 28 orang, Jatibarang 12 orang, Balongan lima orang, Juntinyuat tiga orang, Sindang tiga orang, Kandanghaur dua orang, dan masing-masing satu orang berasal dari Kecamatan Tukdana, Karangampel, Bongas, Losarang, Kroya, Patrol, Sliyeg, Haurgeulis, dan Gantar.

Para pasien baru tersebut masing-masing terdiri dari wiraswasta 25 orang, ibu rumah tangga sebanyak 16 orang, pelajar lima orang, mahasiswa empat orang, karyawan swasta tiga orang, tenaga administrasi dua orang, tenaga kesehatan dua orang, anggota Polri dua orang, pensiunan dua orang, tenaga pendidik satu orang,  dan balita satu orang.

Deden mengatakan, dari total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang mencapai 747 orang, terdiri dari pasien sembuh 265 orang, masih perawatan 437 orang, dan meninggal dunia 45 orang. 

"Saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung. Kami minta masyarakat jangan lengah dan bosan menerapkan protokol kesehatan," tandas Deden. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement