Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Kuota CPNS Dokter Spesialis di Cianjur Kosong

Jumat 30 Oct 2020 20:26 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Tes CPNS (ilustrasi)

Tes CPNS (ilustrasi)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Sebagian besar dokter spesilis dinilai pilih melamar di daerah lain atau kota besar.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Cianjur, Jawa Barat, untuk dokter spesialis dan penyandang disabilitas masih kosong. Keterangan itu disampaikan setelah Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Cianjur, menerima hasil seleksi CPNS yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala BKPPD Cianjur Budi Rahayu Toyib saat dihubungi di Cianjur, Jumat mengatakan untuk kuota CPNS tahun ini, pihaknya mengajukan 159 orang yang akan ditempatkan di 17 organisasi perangkat daerah (OPD). Empat orang di antaranya untuk dokter spesialis dan tiga orang penyandang disabilitas.

"Untuk kuota lainnya sudah terpenuhi, hanya kuota untuk dokter spesialis dan penyandang disabilitas tidak ada pendaftar. Kemungkinan kedua kuota tersebut tidak akan terisi karena sebagian besar dokter spesilis memilih melamar di daerah lain atau kota besar," katanya.

Ia menjelaskan, untuk penerimaan CPNS tahun ini, pihaknya mencatat ada 3.392 orang pelamar, namun hanya 159 orang yang diterima sesuai dengan kuota tersedia. Sedangkan untuk dokter spesialis sejak dibuka lowongan tidak ada seorangpun yang melamar.

Untuk pelamar disabilitas sempat ada satu orang yang melamar, namun tidak lolos di tahapan tes. Sehingga tiga kursi yang disediakan tidak terisi pada seleksi tahun ini. Sementara pengumuman resmi penerimaan pendaftar CPNS, ujar dia, baru diterima Jumat (30/10) ini.

"Selanjutnya mereka yang diterima akan menjalani proses verifikasi dan datanya akan diserahkan ke Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur, untuk ditandatangani. Mereka yang sudah lolos PNS, diminta untuk mendaftarkan diri awal Bulan Desember," katanya.

Budi menambahkan, terait kekosongan dokter spesialis dan penyandang disabilitas, pihaknya akan menunggu pada tahapan CPNS selanjutnya dengan harapan kedua posisi tersebut dapat terisi. Sehingga kekurangan dokter spesialis dan penyandang disabilitas dapat terpenuhi tahun depan.

"Kalau tahun depan seleksi kembali dibuka untuk CPNS, kami berharap berbagai kekurangan tenaga di sejumlah OPD dapat terpenuhi," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA