Senin 26 Oct 2020 05:35 WIB

BNPB Antisipasi Bencana Banjir di Garut

Musim hujan kali ini diperkirakan akan terjadi hingga Maret 2021.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ratna Puspita
[Ilustrasi Warga membersihkan sisa lumpur dari banjir di Kabupaten Garut] Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengantisipasi potensi banjir di Kabupaten Garut.
Foto: Antara/Candra Yanuarsyah
[Ilustrasi Warga membersihkan sisa lumpur dari banjir di Kabupaten Garut] Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengantisipasi potensi banjir di Kabupaten Garut.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengantisipasi potensi banjir di Kabupaten Garut. BNPB melakukan pemantauan kondisi bentang alam di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Cikaso, di Kabupaten Garut, Ahad (25/10). 

Pelkasana tugas Direktur Pemetaan dan Evaluasi Bencana BNPB Abdul Muhari mengatakan, peninjauan itu dilakukan untuk memetakan potensi bencana yang dapat terjadi akibat adanya kerusakan alam. Pemantauan itu dilakukan di sepanjang DAS Cikaso.

Baca Juga

DAS Cikaso merupakan salah satu aliran sungai yang menyebabkan kejadian banjir badang pada dua pekan lalu atau Senin (12/10). "Kemarin (dua pekan lalu) kan terjadi banjir dan longsor. Dikhawatirkan ada perubahan bentang alam skala mikro di bagian hulu. Karena ada longsor kecil, jadi dimungkinkan adanya bendung-bendung alam kalau ada kayu dan segala macam," kata dia, Ahad. 

Ia mengatakan, diperkirakan hujan masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Sebab, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan kali ini akan terjadi hingga Maret 2021.

Karena itu, pemetaan wilayah yang berpotensi menyababkan bencana hidrometeorologi harus dilakukan, seperti di DAS Cikaso. Jika ditemukan adanya bendung alam di sepanjang das, itu harus segera diintervensi atau dibersihkan. 

"Jadi kita bisa memastikan tidak akan terjadi potensi banjir longsor yang membawa material dari hulu," ujar dia.

Selain itu, Abdul mengatakan, pemetaan di DAS Cikaso bertujuan untuk melihat langsung titik lahan kritis yang ada di wilayah itu. Sebab, sesuai arahan kepala BNPB, jika terdapat lahan kritis di sekitar das tersebut, harus ditanami dengan tanaman keras agar bsia menopang air.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, Pemkab Garut akan terus melakukan upaya mitigasi di wilayah rawan bencana. Salah satunya dengan memastikan kondisi alam seseuai peruntukannya.

“Sampai Februari, kemungkinan hujan dengan curah cukup besar masih terus terjadi. Kita ingin ada pemetaan lokasi yang rawan terjadinya bencana, kemudian mana saja hutan-hutan gundul yang perlu direboisasi, agar di kemudian hari banjir dan longsor bisa diantisipasi,” kata dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement