Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tiga Rumah Rusak Akibat Gempa Pangandaran 

Ahad 25 Oct 2020 14:49 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Gempa. Gempa bumi yang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Pangandaran menyebabkan sebanyak tiga rumah mengalami kerusakan.

Ilustrasi Gempa. Gempa bumi yang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Pangandaran menyebabkan sebanyak tiga rumah mengalami kerusakan.

Foto: Pixabay
Pendataan rumah rusak akibat gempa di Pangandaran pada pagi tadi masih dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Gempa bumi yang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Pangandaran menyebabkan sebanyak tiga rumah mengalami kerusakan. Namun, kejadian gempa tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan, berdasarkan laporan sementara, terdapat tiga rumah warga yang rusak akibat gempa yang terjadi pada Ahad (25/10) pagi. Hingga saat ini, tim di lapangan juga masih terus melakukan pendataan.

"Laporan sementara ada tiga rumah rusak ringan. Belum ada laporan korban jiwa," kata dia saat dihubungi Republika, Ahad.

Baca Juga

Nana menambahkan, rumah yang rusak itu berlokasi jauh dari kawasan pantai. Justru rumah yang rusak berada di kawasan pegunungan. Menurut dia, kerusakan rumah akibat gempa pada Ahad pagi hanya atap bangunan terjatuh dan tembok mengelupas.

Ketika Republika mengonfirmasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, data resmi akibat kejadian gempa belum didapatkan. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pangandaran masih terus melakukan pendataan di lapangan.

Ihwal aktivitas warga, Nana mengatakan, saat ini kondisi sudah kembali normal. Gempa yang terjadi memang sempat membuat warga dan wisatawan kaget, tetapi tak sampai ada kepanikan berlebih.

"Tak ada yang sampai eksodus besar-besaran," kata dia.

Kendati demikian, ia mengimbau warga untuk tetap waspada. Sebab, pusat gempa yang terjadi pada Ahad pagi berada di dekat pantai dan termasuk gempa dangkal.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi di Pangandaran berpusat pada koordinat 8,2 LS dan 107,86 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah Barat Daya Kota Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 62 km. Awalnya, BMKG melaporkan gempa yang terjadi pada pukul 07.56 WIB itu memiliki kekuatan magnitudo (M) 5,9. Namun, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M  5,5. 

Selain dirasakan di Pangandaran, gempa juga terasa di daerah Sukabumi, Tasikmalaya, Kuningan, Garut, Cilacap, Bandung, Kebumen, Kutoarjo, Banyumas, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, hingga Yogyakarta. BMKG memastikan, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA