Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Gempa Pangandaran Terasa Hingga Majalengka dan Kuningan

Ahad 25 Oct 2020 14:35 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Gita Amanda

Beberapa saat setelah gempa berkekuatan 5,9 SR Aktivitas nelayan Pantai Pangandaran berlangsung normal, Ahad (25/10). BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

Beberapa saat setelah gempa berkekuatan 5,9 SR Aktivitas nelayan Pantai Pangandaran berlangsung normal, Ahad (25/10). BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

Foto: Republika/Edi Yusuf
BPBD mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Gempa bumi terjadi di Kabupaten Pangandaran, Ahad (25/10), pukul 07.56 WIB. Getaran dari gempa itu terasa hingga wilayah Kabupaten Majalengka dan Kuningan.

Berdasarkan keterangan yang tertera dalam website www.bmkg.go.id, pusat gempa berlokasi di laut pada jarak 90 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran. Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 itu memiliki kedalaman sepuluh kilometer.

"Gempa Pangandaran itu getarannya dilaporkan terasa juga di 11 kecamatan di Kabupaten Majalengka,’’ ujar Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Rezza Permana kepada Republika, Ahad (25/10).

Rezza menyebutkan, 11 kecamatan yang dilaporkan mengalami getaran gempa yang berpusat di Pangandaran itu, yakni Kecamatan Lemahsugih, Malausma, Bantarujeg, Cingambul, Cikijing dan Talaga. Selain itu, Kecamatan Banjaran, Maja, Kasokandel, Sukahaji dan Argapura.

Rezza mengatakan, hingga kini pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai kemungkinan adanya dampak yang timbul akibat getaran gempa tersebut. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaannya.

Sementara itu, selain di Kabupaten Majalengka, getaran gempa yang berpusat di Pangandaran juga dirasakan di Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Kuningan, gempa Pangandaran dirasakan masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan bagian selatan. Yakni, di Desa Jatisari Kecamatan Subang, Desa Cilebak Kecamatan Cilebak dan Desa Cipondok serta Desa Kadugede di Kecamatan Kadugede.

"Lamanya guncangan bervariasi antara tiga sampai sepuluh detik,’’ terang Kepaa Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu.

Hingga kini, situasi masih aman dan kondusif serta belum ada informasi mengenai dampak kerusakan. Masyarakat pun diimbau tidak panik atau terpancing isu yang tidak jelas. Pastikan informasi dari lembaga/instansi resmi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA