Senin 19 Oct 2020 01:00 WIB

Pemkab Karawang akan Revitalisasi Makam Bersejarah

Program ini akan diusulkan pada APBD Kabupaten tahun 2021

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Andi Nur Aminah
makam kuno (ilustrasi)
Foto: antara
makam kuno (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Karawang berencana merevitalisasi makam bersejarah. Program ini akan diusulkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tahun 2021.

Kepala Bidang Pertamanan dan PJU Dinas PRKP Kabupaten Karawang, Novi Gunawan mengatakan, makam bersejarah memiliki potensi pariwisata dan budaya di Karawang. Apalagi tempat tersebut juga memiliki nilai sejarah.

Novi menilai Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang harus menjaga tempat yang bersejarah dengan melakukan revitalisasi mengingat makam yang memiliki nilai histori itu banyak dikunjungi peziarah. Karenanya perawatan dan revitalisasi dibutuhkan agar kawasan histori tersebut tidak rusak. "Program ini adalah usulan Bidang Pertamanan dan menjadi prioritas di tahun 2021," katanya baru-baru ini.

Ia mengatakan pendataan banyaknya makam bersejarah dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang. Pihaknya hanya akan melakukan pembangunan saja untuk perawatan. 

Ia menyebutkan ada sejumlah makam bersejarah yang banyak dikenal masyarakat. Contohnya makam Jaka Tinggkir di Rawagede, Kecamatan Rawamerta yang rencananya akan direvitalisasi menjadi pemakaman bersejarah yang representatif. “Ini memang masih usulan, mungkin saja ada beberapa perubahan," ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan ini masih dalam usulan dan akan dibahas termasuk anggarannya. Sementara untuk anggaran yang dialokasikan untuk seluruh kegiatan bidang pertamanan pun disebutkan masih sama seperti tahun 2020 ini. Diusulkan anggaran Rp 10 Miliar untuk tahun 2021. Meskipun pada tahun ini hanya teraliaasi Rp 3 miliar karena pandemi Covid-19.

“Tidak ada penambahan anggaran di tahun depan, hanya program di tahun ini yang belum dikerjakan, lnsya Allah, bisa lanjut di 2021. Sementara anggaran pemeliharan juga sama hanya Rp 2 miliar," kata dia.

Selain itu, ia memaparkan, untuk pertamanan sendiri akan ada penataan taman di Jalan Interchange Karawang Barat. Rencana pembangunan ini juga menjadi salah satu program prioritas pada 2021.

"Di anggaran tahun depan lebih banyak ke pemeliharaan dan tidak banyak membangun, dan karena taman interchange adalah wajahnya Karawang jadi kita prioritaskan penataan tamannya di 2021 mendatang," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement