Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Covid-19 Tasikmalaya Naik, Klaster Pesantren Paling Banyak

Selasa 29 Sep 2020 14:29 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Friska Yolandha

Ilustrasi Pondok Pesantren. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mencatat penambahan 32 kasus terkonfirmasi positif dalam satu hari terakhir. Klaster pesantren menjadi penyumbang kasus tertinggi.

Ilustrasi Pondok Pesantren. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mencatat penambahan 32 kasus terkonfirmasi positif dalam satu hari terakhir. Klaster pesantren menjadi penyumbang kasus tertinggi.

Foto: ADENG BUSTOMI/ANTARA FOTO
Kegiatan pesantren dikarantina, tidak ada yang masuk dan keluar.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mencatat penambahan 32 kasus terkonfirmasi positif dalam satu hari terakhir. Klaster pesantren menjadi penyumbang kasus tertinggi.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, dalam sehari terdapat 16 penambahan kasus baru dari klaster salah satu pesantren di wilayahnya. Dengan begitu, ia menyebut, total keseluruhan kasus terkonfirmasi dari klaster pesantren berjumlah 32 orang. 

"Mudah-mudahan tidak bertambah lagi. Kita masih tunggu hasil laboratorium," kata dia, Selasa (29/9).

Baca Juga

Selain dari klaster pesantren, Budi mengatakan, penambahan kasus juga terjadi dari klaster keluarga. Selain itu, terdapat kontak erat dari tenaga kesehatan (nakes) yang sebelumnya positif Covid-19. 

Dengan meningkatnya kasus secara signifikan, Wali Kota mengingatkan masyarakat untuk semakin waspada. Masyarakat juga diminta selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau masyarakat disiplin, mereka adalah pahlawan sosial dalam penanggulangan Covid-19," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tasikmalaya, Yayan Herdiana mengatakan, seluruh kegiatan di pesantren itu dihentikan sementara. Saat ini, petugas masih melakukan penelusuran dan pelacakan kepada kontak erat.

"Kegiatan pesantren di-lockdown, tidak ada yang masuk dan keluar," kata dia kepada Republika.co.id, Senin (28/9).

Menurut dia, saat ini seluruh warga di lingkungan pesantren tersebut tengah menjalani karantina. Petugas telah melakukan uji usap (swab test) dan uji cepat (rapid test) massal kepada para santri di lingkungan pesantren tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA