Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

jawa

KBM Tatap Muka di Tasikmalaya Dimulai Akhir September

Rabu 26 Aug 2020 12:04 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah murid SD Negeri Curug mengikuti kegiatan simulasi belajar mengajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan era normal baru (ilustrasi)

Sejumlah murid SD Negeri Curug mengikuti kegiatan simulasi belajar mengajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan era normal baru (ilustrasi)

Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Sekolah dinilai belum siap terkait sarana dan prasarana protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menunda pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, yang semula dijadwalkan dapat dilaksanakan pada awal September. Pasalnya, sekolah dinilai belum siap terkait sarana dan prasarana protokol kesehatan. 

Pengawas Pembina SMA, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat (Jabar) Wilayah XII Tasikmalaya, Dadang Abdul Patah mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi saat rapat koordinasi dengan Pemkot Tasikmalaya, hingga saat ini belum ada sekolah yang meminta untuk diverifikasi. Artinya, pada awal September kemungkinan belum ada sekolah yang ditetapkan dapat memulai KBM tatap muka. 

Baca Juga

Kendati demikian, pihaknya tetap akan membuka diri untuk menerima usulan sekolah yang akan melaksanakan KBM tatap muka. "Tentu dengan memenuhi mekanisme, prosedur, dan SOP, yang ditetapkan," kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (26/8).

Dadang mengatakan, KCD mempersilakan sekolah untuk melaksanakan KBM tatap muka. Namun, pelaksanaan KBM tatap muka harus melalui verifikasi. Jika ada yang memenuhi syarat, dipastikan KBM tatap muka dapat dilaksanakan. "Mudah mudahan pertengahan atau minggu ketiga September sudah ada yang dapat menggelar KBM tatap muka," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, hingga kini belum ada sekolah yang mengusulkan untuk diverifikasi. Menurut dia, untuk memberi izin sekolah menggelar KBM tatap muka harus melalui verifikasi Gugus Tugas. 

Verifikasi itu dilakukan untuk mengecek kesiapan sekolah terkait sarana dan prasarana protokol kesehatan. Namun, belum adanya sekolah yang mengajukan untuk diverifikasi berarti menunjukkan ketidaksiapan sekolah. "Jadi kenyataannya kami pada 1 September nanti belum bisa melaksanakan KBM tatap muka," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA