Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Gelar Bulan Diskon, Disparbud Jabar Dorong Pariwisata Tumbuh

Kamis 02 Jul 2020 09:34 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Fuji Pratiwi

Warga melihat situs Bandung Great Sale 2020 Go Online usai diluncurkan di Balaikota Bandung, Kota Bandung, Rabu (1/7). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemprov Jabar menggelar program bulan diskon bertajuk Smiling West Java Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Great Sale 2020.

Warga melihat situs Bandung Great Sale 2020 Go Online usai diluncurkan di Balaikota Bandung, Kota Bandung, Rabu (1/7). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemprov Jabar menggelar program bulan diskon bertajuk Smiling West Java Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Great Sale 2020.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Beberapa kabupaten kota tidak ikut serta karena pertimbangan risiko dan kerentanan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menargetkan okupansi amenitas pariwiswata bisa tumbuh 10 persen. Salah satu upaya yang dilakukan untuk merealisasikannya adalah menggelar bulan diskon.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemprov Jabar, Dedi Taufik, mengatakan, program ini bertajuk Smiling West Java Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Great Sale 2020. Program ini digelar dari tanggal 1 Juli sampai 31 Agustus 2020

"Tujuannya memulihkan perekonomian khususnya di sektor wisata akibat Covid-19," ujar Dedi, Rabu (1/7) malam.

Dedi mengatakan, program ini adalah salah satu cara untuk mengembalikan kepercayaan dan persepsi pasar pariwisata Jabar yang sempat terhenti. Dalam merealisasikan program ini, pihaknya bekerja sama dengan asosiasi dan pelaku usaha di berbagai sektor. Di antaranya, PHRI Jabar, ASITA, Putri Jabar, APPBI, APRINDO, IHGMA.

Dari data yang ada, kata dia, peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini ada 480  hotel, 360 restoran, 74 mal, 40 grup usaha destinasi wisata dan sekitar 59 UMKM binaan Dekranasda Jawa Barat. Semua informasi mengenai program ini bisa diakses melalui laman resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan online travel agencies.

Program ini dilaksanakan serentak di hampir seluruh kabupaten kota di Jawa Barat. Target sasarannya adalah wisatawan domestik dan individual dari wilayah Provinsi Jawa Barat. 

"Yang pasti, para peserta tetap harus mengedepankan protokol kesehatan secara ketat," kata Dedi.

Sedangkan beberapa kabupaten kota yang tidak ikut serta karena pertimbangan risiko dan rentan adalah Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kota Depok, Kabupaten Subang, Kota Sukabumi, Kota Bekasi dan Kabupaten Sumedang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA