Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Hujan Deras, Banjir Gedebage Bikin Kendaraan Alami Antrean

Senin 17 Feb 2020 20:27 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Rdwan/ Red: Andi Nur Aminah

Pengendara dengan kendaraan menerjang banjir yang menggenangi Jalan Cimincrang, Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/1/2020).

Pengendara dengan kendaraan menerjang banjir yang menggenangi Jalan Cimincrang, Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/1/2020).

Foto: ANTARA FOTO
Akibat banjir, kendaraan roda dua dan empat mengalami antrean menuju ke Cibiru.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hujan deras yang terjadi di Kota Bandung, Senin (17/2) sore menyebabkan sungai Cinambo, Gedebage meluap. Banjir merendam akses jalan di Jalan Soekarno Hatta depan Pasar Induk Gedebage. Akibatnya, kendaraan roda dua dan empat mengalami antrean yang hendak menuju ke Cibiru.

Salah seorang warga, Atang (45) mengungkapkan banjir merendam akses jalan seiring hujan deras yang terjadi pada pukul 13.00 WIB. Menurutnya, banjir sering terjadi di jalur arah Kiaracondong maupun ke arah Cileunyi dan Cibiru sehingga kendaraan roda dua dan empat memperlambat kendaraan.

"Banjir terjadi dari jam 13.00 WIB karena memang hujan lebat di sini," ujarnya, Senin (17/2). Menurutnya, beberapa pengendara motor mengalami mogok karena memaksakan melintasi banjir dengan ketinggian betis orang dewasa.

Baca Juga

Pihak kepolisian yang bertugas mengurai dan membantu kendaraan yang terjebak banjir. "Airnya dari dalam kawasan pasar, ada aliran sungai kecil yang cukup deras," ungkapnya. Salah seorang pelajar SMA, Ahmad (17) mengatakan pihaknya bersama yang lain memilih berjalan sebab angkutan umum yang digunakan terjebak antrean akibat banjir.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) menganggarkan dana sebesar Rp 37 miliar dalam APBD 2020 untuk mengatasi permasalahan banjir di Kota Bandung. Uang tersebut akan digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan sumberdaya daya (sda) air dalam rangka pengendalian daya rusak air, konservasi dan pengendalian sumberdaya alam termasuk pengendalian banjir.

"Di DPA 2020 total anggaran sumberdaya air sekitar Rp 37 M miliar. Perencanaan drainase sekarang sedang dibahas di komisi C DPRD," ujar Kabid Pemeliharaan Dinas PU Kota Bandung, Yul Zulkarnaen saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (17/2).

Ia mengungkapkan, luapan air pada drainase di Kota Bandung yang menyebabkan banjir atau genangan disebabkan perubahan tata guna lahan (hulu). Selain itu, debit air yang tinggi menyebabkan genangan dibeberapa tempat.

Menurutnya, permasalahan sistem drainase di Kota Bandung disebabkan kapasitas saluran drainase tidak memadai. Selain itu, ia mengungkapkan kondisi curah hujan yang tinggi terjadi saat ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA