Kamis 04 Aug 2022 06:05 WIB

Dinsos Sebut Bansos yang Dikubur Bukan untuk Warga Depok

Dinsos menyebut paket beras itu tidak ada kaitannya dengan bansos untuk Kota Depok

Red: Nur Aini
Warga melihat penemuan barang diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). Penemuan barang diduga bansos presiden untuk warga terdampak COVID-19 yang tertimbun di dalam tanah itu terungkap setelah ahli waris pemilik lahan melakukan penggalian menggunakan alat berat dan tengah ditangani Polrestro Depok.
Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Warga melihat penemuan barang diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). Penemuan barang diduga bansos presiden untuk warga terdampak COVID-19 yang tertimbun di dalam tanah itu terungkap setelah ahli waris pemilik lahan melakukan penggalian menggunakan alat berat dan tengah ditangani Polrestro Depok.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Jawa Barat menyatakan bahwa paket beras yang diduga bantuan sosial (bansos) yang dikubur di lahan kosong di Jalan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, bukan untuk warga Depok.

Kepala Dinsos Kota Depok, Asloeh Madjri di Depok, Rabu (3/8/2022) mengatakan bahwa paket beras itu tidak ada kaitannya dengan bansos untuk Kota Depok dan bukan bersumber dari pemerintah kota dan juga bukan untuk warga Depok.

Baca Juga

"Jadi tidak ada tidak ada hubungannya dengan Dinsos Kota Depok," katanya.

Dia mengatakan selama ini penyaluran bansos di Kota Depok berlangsung lancar dan tidak ada masalah dengan warga penerima manfaat.

"Penyaluran di Depok sejauh ini aman, dan Dinsos tidak pernah menggunakan jasa ekspedisi," kata Asloeh Madjri.

Sementara itu, Rudi Samin mengklaim tanah miliknya dijadikan tempat untuk mengubur beras bansos oleh pihak jasa ekspedisi JNE.

"Saya mendapat informasi ada paket bansos yang ditimbun," katanya.

Dari informasi tersebut maka, ia melakukan penggalian dilakukan pada Selasa (26/7/2022), namun belum ditemukan. Selanjutnya pada Rabu (27/7/2022) dan Kamis (28/7/2022) dilakukan kembali penggalian secara acak dengan menyewa alat berat, namun belum ketemu juga.

Selanjutnya, penggalian terus dilanjutkan pada Jumat (29/7/2022) dan barulah dtemukan timbunan bansos beras, terigu yang sudah mengeluarkan bau busuk menyengat.

"Setelah itu saya lapor ke pihak kepolisian," katanya.

"Kita berharap kasus ini diungkap secara tuntas sehingga bisa menjadi jelas permasalahannya," kata Rudi Samin.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement