Senin 18 Jul 2022 21:30 WIB

Warga Kawasan Elit Pantai Mutiara: Kami tak Bisa Tidur Pikirkan Rob

Warga kawasan elit Pantai Mutiara mencemaskan banjir rob yang mengancam rumah mereka.

Suasana Kompleks Pantai Mutiara yang tergenang banjir rob di Penjaringan, Jakarta. Warga kawasan elit Pantai Mutiara mencemaskan banjir rob yang mengancam rumah mereka.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Suasana Kompleks Pantai Mutiara yang tergenang banjir rob di Penjaringan, Jakarta. Warga kawasan elit Pantai Mutiara mencemaskan banjir rob yang mengancam rumah mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah warga kawasan elit Pantai Mutiara mencemaskan banjir pesisir atau rob akibat gelombang tinggi di perairan Jakarta Utara.

"Belakangan ini semua warga mengalami kesulitan tidur, karena memikirkan rumah-rumah kami yang terancam punah karena ancaman banjir rob," kata Ketua Rukun Warga 016 Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, Santoso Halim melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (18/7/2022).

Baca Juga

Guna membahas potensi banjir pesisir, penghuni RW 16 Perumahan Pantai Mutiara Pluit, menggelar acara diskusi bertemakan "Serap Aspirasi Masyarakat" di Jakarta, Ahad (17/7).

Diskusi tersebut menghadirkan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP Darmadi Durianto, anggota DPRD Komisi C DKI Jakarta Gani Suwondo Lie dan beberapa pejabat negara dari instansi terkait, termasuk dan Pemprov DKI Jakarta, Direktorat Jenderal Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Jakpro dan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI.

Santoso menuturkan rob merupakan genangan air di tepi pantai akibat permukaan air laut lebih tinggi atau pasang daripada bibir pantai atau daratan. Santoso menyebutkan, awalnya perumahan Pantai Mutiara Pluit sebagai satu-satunya komplek yang memiliki fasilitas dermaga dan marina di Indonesia.

"Namun, kini terancam tenggelam karena turunnya permukaan daratan dan naiknya air laut," tutur Santoso.

Santoso mengungkapkan berdasarkan studi yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB) permukaan lahan di wilayah Pantai Mutiara menurun sekitar 10 sentimeter per tahun.

Apabila tidak ada perbaikan dan mitigasi, Santoso menyatakan, kawasan Perumahan Pantai Mutiara berpotensi tenggelam pada dua tahun mendatang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement