Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Anies Baswedan Pastikan 42 Ribu Hewan Qurban Masuk DKI Bebas PMK

Senin 04 Jul 2022 13:02 WIB

Red: Nur Aini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) meninjau penjualan sapi kurban di Blisapi, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (1/7/2022). Kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban yang telah tiba di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) meninjau penjualan sapi kurban di Blisapi, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (1/7/2022). Kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban yang telah tiba di Jakarta.

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Kebutuhan hewan qurban di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 47 ribu ekor

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan sebanyak 42 ribu hewan qurban yang sudah masuk Ibu Kota aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal itu karena hewan qurban itu sudah menjalani prosedur pemeriksaan termasuk karantina.

"Status di Jakarta tetap hijau dan aman dari PMK," kata Anies pada peluncuran program dukungan kebutuhan pangan di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Baca Juga

Gubernur DKI itu menambahkan total kebutuhan hewan qurban di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 47 ribu ekor. Sedangkan,  sisanya sebanyak lima ribu ekor sedang dalam tahap pengiriman menuju Jakarta.

"Lima ribu yang dalam perjalanan diprediksikan akan tuntas sebelum perayaan Idul Adha," imbuh Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengapresiasi upaya pemerintah pusat yang membuat program dukungan kebutuhan pangan bagi pemerintah daerah termasuk DKI Jakarta sebagai lokasi pertama. Anies menjelaskan lebih dari 95 persen kebutuhan pangan di Jakarta dipasok dari luar daerah.

Sedangkan Jakarta, lanjut dia, berkontribusi besar dalam perekonomian nasional yakni mencapai kisaran 18 persen. Untuk itu, pasokan pangan harus dipastikan aman untuk menjaga kestabilan harga.

Apabila kebutuhan pangan di Jakarta tidak dijaga maka dikhawatirkan menyumbang inflasi nasional mengingat peranannya yang besar terhadap perekonomian nasional.

"Kami bisa lebih tenang kondisi harga lebih stabil dan kalau harga stabil maka inflasi terkendali. Bila inflasi di Jakarta terkendali dengan kontribusi Jakarta sekitar 18 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional maka inflasi nasional pun akan ikut terkendali," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA