Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Harga Bahan Pangan di Kabupaten Tangerang Melonjak, Disperindag: Faktor Cuaca Buruk

Ahad 12 Jun 2022 12:55 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Muhammad Fakhruddin

harga daging sapi menjadi Rp140 ribu per kg dari harga normal Rp110 ribu per kg (ilustrasi).

harga daging sapi menjadi Rp140 ribu per kg dari harga normal Rp110 ribu per kg (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Harga daging sapi menjadi Rp140 ribu per kg dari harga normal Rp110 ribu per kg.

REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG –- Sejumlah harga bahan pokok pangan di Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang menyebut kenaikan tersebut terjadi karena faktor cuaca buruk yang memengaruhi hasil panen petani dan akhirnya berimbas pada harga.  

Data Disperindag Kabupaten Tangerang mencatat, berdasarkan pantauan yang dilakukan, harga komoditas cabai merah keriting dan cabai merah besar melonjak 150 persen dari harga normal sekitar Rp40 ribu per kilogram (kg)  menjadi Rp100 ribu per kg, bawang merah naik nyaris 100 persen menjadi Rp63 ribu per kg dari harga normal Rp32 ribu per kg. Lalu harga bawang putih dari harga normal Rp25 ribu per kg menjadi Rp40 ribu per kg atau naik sekitar 65 persen. 

Baca Juga

Sementara itu, harga daging sapi menjadi Rp140 ribu per kg dari harga normal Rp110 ribu per kg dan daging ayam ras mencapai Rp50 ribu per kg dari harga normal Rp35 ribu per kg. Untuk harga telur ayam boiler mengalami kenaikan dari harga normal Rp24 ribu per kg menjadi Rp28 per kg.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Tangerang Iskandar Nordat menuturkan, saat ini masih berlangsung musim penghujan, padahal memasuki Juni 2022 seharusnya sudah musim kemarau. Kondisi musim penghujan yang berkepanjangan hingga bulan ini membuat kualitas sejumlah komoditas mengalami penurunan.

“Cuaca kurang baik ini sangat memengaruhi produktivitas petani. Cuaca yang tidak menentu menyebabkan banyak masalah, seperti distribusi hasil panen yang dipengaruhi masalah transportasi, keterlambatan pengiriman menyebabkan kerusakan hasil panen, sehingga berpengaruh pada kestabilan harga,” ujar Iskandar, Ahad.

Menurunnya kualitas hasil panen juga dipengaruhi penyakit buah atau tanaman yang melanda. Faktor-faktor itu secara nyata mengerek harga bahan pangan.

Iskandar mengatakan, untuk dapat menekan kenaikan harga bahan pangan, dia memastikan akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang untuk stabilisasi harga. Diharapkan upaya stabilisasi harga bisa segera terealisasi agar masyarakat tidak merasa terus-terusan tercekik dengan kenaikan harga pangan.

“Kita akan berupaya menekan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait lainnya,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA