Kamis 19 May 2022 05:01 WIB

BRIN Ingin Kebun Raya Bogor Juga Jadi Pusat Pemberdayaan UMKM

Kebun Raya diharapkan bisa menjadi tempat pemberdayaan ekonomi UMKM.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Dwi Murdaningsih
Wisatawan asing memotret salah satu koleksi bunga anggrek di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/5/2022). Griya Anggrek yang merupakan bagian dari program kerjasama Kementerian PUPR dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut bertujuan menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai salah satu kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ untuk pelestarian spesies di luar habitat alaminya.
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Wisatawan asing memotret salah satu koleksi bunga anggrek di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/5/2022). Griya Anggrek yang merupakan bagian dari program kerjasama Kementerian PUPR dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut bertujuan menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai salah satu kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ untuk pelestarian spesies di luar habitat alaminya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pada tahun ke-205 memperingati hari jadinya, Kebun Raya Bogor (KRB) telah berintegrasi dalam unit riset ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal ini pun sekaligus menjadi momentum awal memperkuat posisi Kebun Raya di berbagai daerah.

Kepala BRIN, Laksamana Tri Handoko, mengatakan saat ini ada 45 Kebun Raya di berbagai daerwh. Menurutnya, fungsi Kebun raya sendiri tidak hanya untuk riset, konservasi, dan eduwisata. 

Baca Juga

“Tapi juga untuk fungsi lain. Termasuk science center untuk menjadi tempat pemberdayaan ekonomi UMKM di daerah masing-masing yang berbasis tekonologi misalnya,” kata Laksana ketika ditemui di KRB, Rabu (18/5/2022).

Selain itu, sambung Laksana, Kebun Raya bisa menjadi tempat berkesenian. Sehinga nantinya Kebun Raya bisa menjadi pusat aktivitas masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kurang lebih itu. Jadi ini adalah pendekatan baru karena pengalaman kita dari pandemi dua tahun ini cukup berat bagi para pengelola Kebun Raya. Sehingga kita ke depan lebih tingkatkan Kebun Raya jadi pusat aktivitas secara umum,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menyampaikan dua pesan untuk pengelola KRB. Mewakili banyak pihak di Kotw Bogor, ia ingin Kota Bogor tetap memiliki Kebun Raya sebagai pusat konservasi.

“Ini adalah jantung dan pori-porinya Kota Bogor. Saya ingin ini dipertahankan dikuatkan. Jadi tidak berkurang itu,” tuturnya.

Kedua, ia ingin KRB memiliki suansa kesundaan. Sehingga para budayawan dan seniman bisa berekspresi di KRB. Dari informasi yang diterimanya, ada beberapa titik di KRB yang sudah disiapkan yntuk penampilan tradisi kesenian Sunda.

“Kami ingin Kebun Raya inj ada nuansa kesundaan. Ada tradisi sunda yang bisa kita lihat dan rasakan di sini. Beberapa titik saya minta untuk mengekspresikan para budayawan, seniman, dan tadi disetujui. Direspon dengan sangat baik oleh Pak Dr. Handoko,” ucap dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement