Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

64 Bangunan Liar di Akses Keluar Tol Cibitung-Cilincing Ditertibkan

Rabu 08 Dec 2021 15:32 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Foto udara Jalan Tol Cibitung-Cilincing seksi 1 interchange di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/7/2021). Pengoperasian jalan tol sepanjang 2,65 km yang merupakan bagian dari jalan Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) 2 tersebut akan di uji coba gratis pada tanggal 31 Juli-7 Agustus 2021.

Foto udara Jalan Tol Cibitung-Cilincing seksi 1 interchange di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/7/2021). Pengoperasian jalan tol sepanjang 2,65 km yang merupakan bagian dari jalan Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) 2 tersebut akan di uji coba gratis pada tanggal 31 Juli-7 Agustus 2021.

Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Penertiban bangunan liar tersebut sudah sesuai standar operasional prosedur.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Sebanyak 64 bangunan liar (bangli) sekitar akses keluar Tol Cibitung-Cilincing di wilayah Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat akan ditertibkan. Ini untuk mendukung rencana pembebasan dan pelebaran jalan di sekitar area tol tersebut.

"Bulan Desember ini kita tertibkan, tentu kami akan mengedepankan langkah humanis saat penertiban nanti," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi Dodo Hendra Rosika.

Baca Juga

Dia mengatakan kegiatan penertiban bangunan liar ini telah mendapatkan persetujuan serta dukungan Ombudman RI, Kementerian PUPR, serta Perum Jasa Tirta II.

Penertiban bangunan ini, kata dia, merupakan bagian dari penegakan peraturan daerah terkait bangunan liar dan tidak berizin yang berdiri di atas area tersebut. Dodo memastikan penertiban bangunan liar tersebut sudah sesuai standar operasional prosedur yang berlaku serta menempuh sejumlah tahapan sebelumnya.

"Seluruh prosedur sudah kita laksanakan semua mulai dari sosialisasi dan pemberitahuan ke masyarakat sekitar. Semua sudah kami tempuh sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Dirinya juga memastikan segenap pihak terkait telah menyetujui pembebasan lahan tersebut. Rencananya pada tahun 2022 pembebasan dan pelebaran jalan dapat terealisasi sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.

"Semua telah menyetujui seperti Ombudsman, Kemendagri, Kementerian PUPR, serta PJT II sehingga kita tinggal melakukan SOP terakhir yaitu penertiban yang humanis agar dapat mendukung realisasi tersebut tahun depan," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA