Tuesday, 15 Jumadil Akhir 1443 / 18 January 2022

Tuesday, 15 Jumadil Akhir 1443 / 18 January 2022

Wagub Riza: Pemprov DKI Jakarta Ingin UMP 2022 Lebih Tinggi

Selasa 30 Nov 2021 16:00 WIB

Red: Bayu Hermawan

 Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Foto: @ArizaPatria
Wagub mengatakan Pemprov DKI Jakarta ingin kenaikan UMP 2022 lebih tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menegaskan Pemerintah Provinsi DKI menginginkan buruh di Ibu Kota mendapatkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 yang lebih tinggi. Pemprov ingin UMP mengalami kenaikan seperti tahun 2016 lalu yang mencapai 14,81 persen.

"Kami harus patuh, taat pada regulasi yang ada khususnya PP Nomor 36 Tahun 2021 jadi kami dengan terpaksa harus mengikuti aturan yang ada," kata Riza Patria usai menghadiri dalam seminar pendidikan "The Fatwa Center" di Jakarta, Selasa (30/11).

Baca Juga

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan mengirimkan surat kepada Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah pada 22 November 2022 yang mengusulkan agar ada peninjauan kembali formula penetapan UMP.Dalam surat tersebut dilampirkan rata-rata kenaikan UMP DKI Jakarta pada periode 2016-2021 yang menggunakan formula PP Nomor 78 Tahun 2015. Pada 2016, UMP mencapai Rp3,1 juta dengan kenaikan 14,81 persen, kemudian pada 2017 besaran UMP mencapai Rp3.355.750 dengan kenaikan 8,25 persen.

Selanjutnya pada 2018 besaran UMP mencapai Rp3.648.035,820 dengan kenaikan 8,71 persen, pada 2019 besaran UMP mencapai Rp3.940.973,096 dengan kenaikan 8,03 persen. Kemudian pada 2020 besaran UMP mencapai Rp4.276.349,906 dengan kenaikan mencapai 8,51 persen dan pada 2021 besaran UMP mencapai Rp4.416.186,548 dengan kenaikan mencapai 3,27 persen.

Rata-rata kenaikan UMP selama 2016-2021 mencapai 8,60 persen.Sedangkan pada 2022, besaran UMP dengan menggunakan formula PP Nomor 36 Tahun 2021 mencapai Rp4.453.935,536 atau kenaikan mencapai 0,85 persen. 

"Untuk itu kami telah berkirim surat, Pak Gubernur ke Ibu Menteri (Ketenagakerjaan) supaya ada revisi dan peninjauan kembali terkait formula, metode pengupahan bagi buruh. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama nanti ada kebijakan yang kami harapkan bisa meningkatkan rasa keadilan bagi buruh, pengusaha, pemprov dan masyarakat," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA