Selasa 30 Nov 2021 15:20 WIB

Dinkes DKI Imbau Masyarakat Lengkapi Imunisasi Dasar Anak

Imunisasi anak, mulai tuberkulosis, difteri, pertusis dan tetanus, polio, dan campak.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia.
Foto: Dok Dinkes DKI
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meminta masyarakat melengkapi imunisasi dasar khususnya kepada anak usia 6-11 tahun sebagai persiapan sebelum vaksinasi Covid-19. "Lengkapi segera vaksinasi dasar," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI, Dwi Oktavia dalam seminar vaksinasi Covid-19 dan vaksinasi anak di Jakarta, Selasa (30/11).

Saat pandemi Covid-19, pihaknya tetap mengejar vaksinasi dasar yang rutin menjadi program pemerintah untuk memastikan kesehatan anak terjaga. "Jangan sampai mereka menjadi rentan akibat sakit lain yang bisa dicegah dengan vaksinasi karena orang tua lupa untuk melengkapi vaksinasi anak-anak. Jadi vaksinasi rutin saat pandemi Covid-19 ini pun tetap harus dikejar," kata Dwi.

Baca Juga

Adapun vaksinasi dasar tersebut, yakni untuk bayi usia nol hingga 11 bulan, wajib mendapatkan imunisasi dasar, di antaranya tuberkulosis, difteri, pertusis dan tetanus (DPT), polio, hingga campak rubella. Kemudian anak usia 18 hingga 24 bulan wajib mendapatkan imunisasi lanjutan DPT dan campak rubella.

Selanjutnya, imunisasi untuk anak sekolah dasar yakni mendapatkan imunisasi campak rubella dan Difteri dan Tetanus (DT) untuk anak kelas satu sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah (SD/MI) dan imunisasi tetanus difteri (Td) pada anak kelas dua dan lima SD.

Tak hanya itu, Dinkes DKI juga memberikan vaksinasi untuk mencegah kanker serviks khusus kepada anak perempuan kelas lima SD dan dilanjutkan saat kelas enam SD yang dilakukan sejak 2016.

"Cakupan (vaksinasi kanker serviks) sejak 2016 sampai 2019 cukup tinggi 90 persen dan bisa kami kejar pada 2020 hingga 2021 bisa kami tingkatkan lagi tidak hanya sekolah negeri tapi juga swasta dan sekolah berbasis agama," kata Dwi.

Dia menambahkan, vaksinasi dasar pada bayi dan lanjutan usia 18-24 bulan tercatat tinggi dengan rata-rata pada 2020 mencapai kisaran hingga 99 persen. Sedangkan vaksinasi lanjutan untuk anak SD akan digenjot melalui pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas setelah sebelumnya sempat terkendala PTM jarak jauh akibat pandemi Covid-19.

"Dengan PTM kami bisa kejar ketertinggalan memberikan vaksinasi lanjutan anak SD kelas satu, dua, lima dan enam supaya antibodi anak bisa dipertahankan tinggi dan kurangi risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tidak hanya Covid tapi ada penyakit lain," kata Lies.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement