Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Wagub: DKI Sudah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Jumat 22 Oct 2021 04:50 WIB

Red: Indira Rezkisari

Sejumlah alat berat melakukan pengerekun sampah dan sedimen lumpur di Kali Mukevart Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (6/9/2021). Pengerukan yang dilakukan pemerintah Pemrov DKI Jakarta bertujuan untuk pencegahan dan penanggulangan banjir untuk wilayah Jakarta dan Tangerang saat musim hujan tiba.

Sejumlah alat berat melakukan pengerekun sampah dan sedimen lumpur di Kali Mukevart Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (6/9/2021). Pengerukan yang dilakukan pemerintah Pemrov DKI Jakarta bertujuan untuk pencegahan dan penanggulangan banjir untuk wilayah Jakarta dan Tangerang saat musim hujan tiba.

Foto: ANTARA/FAUZAN
DKI masih akan lakukan upaya antisipasi banjir seperti peringatan BMKG.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan bahwa pemerintah berusaha mengimplementasikan berbagai program yang sudah diputuskan dan mewujudkannya untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi. BMKG sudah menyampaikan peringatan bencana hidrometeorologi akan datang lebih dini di 2021.

"Kami sudah mengetahui yang disampaikan BMKG, setiap tahun ada peningkatan debit hujan. Untuk itu kami akan melaksanakan program-program yang sudah diputuskan dan mewujudkannya," kata Riza, Kamis (21/10).

Program dalam mengatasi banjir di DKI Jakarta yang hendak diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta adalah pengerukan sungai, waduk, embung, dan memasifkan pembangunan sumur resapan. Sementara pemerintah pusat mengerjakan proyek normalisasi 13 sungai dengan kewajiban pembebasan lahan ada di tangan Pemprov DKI.

Namun demikian, Riza menyebutkan pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Pemprov membutuhkan dukungan warga untuk dapat saling mengingatkan demi memastikan menjaga lingkungannya.

"Kami membutuhkan dukungan warga Jakarta untuk memastikan semuanya tidak membuang sampah sembarangan, menjaga bersih lingkungan rumahnya, selokan, sungai, dan lain-lain supaya tidak memberikan kontribusi terhadap banjir, tetapi justru membantu pencegahan dan penanganan penanggulangan banjir," tuturnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan bahwa bencana hidrometeorologi akan datang lebih awal di akhir tahun 2021. "Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama di wilayah-wilayah yang rawan banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak seiring dengan intensitas curah hujan yang terus meningkat," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat untuk selalu dan siaga untuk menghadapi bencana hidrometeorologi yang akan datang. Bencana hidrometeorologi adalah sebuah bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi, seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin.

Bencana yang termasuk ke dalam bencana hidrometeorologi, antara lain kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, el nino, la nina, longsor, dan berbagai bencana lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA