Kamis 09 Sep 2021 13:16 WIB

Pabrik dan Warga Dilarang Buang Sampah ke Kali Cilemahabang

Limbah sampah rumah tangga dapat menambah kadar pencemaran air sungai

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Hiru Muhammad
Warga mencuci pakaian menggunakan air Kali Cilemahabang yang tercemar di Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (7/9/2021). Menurut warga, aliran kali tersebut sudah lima tahun tercemar limbah industri yang mengakibatkan warnai air menjadi hitam dan mengeluarkan bau tak sedap.
Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Warga mencuci pakaian menggunakan air Kali Cilemahabang yang tercemar di Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (7/9/2021). Menurut warga, aliran kali tersebut sudah lima tahun tercemar limbah industri yang mengakibatkan warnai air menjadi hitam dan mengeluarkan bau tak sedap.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI-—Camat Cikarang Utara, Enop Can akan melakukan upaya persuasif untuk mencegah warga membuang sampah sembarangan ke aliran Sungai Cilemahabang. Upaya yang dilakukan diantaranya membuat imbauan dan selebaran larangan membuang sampah ke sungai.

"Sesuai arahan Pj Bupati Bekasi terkait sampah, kami sudah lakukan upaya-upaya misalnya Minggu lalu kita lakukan Jumat bersih. Kita juga akan buat selebaran dan spanduk bekerjasama dengan kepala desa yang tujuannya melarang warga membuang sampah ke Kali Cilemahabang,” kata Enop, Kamis (9/9).

Dirinya menyebutkan, aktivitas pembuangan sampah dapat menyebabkan menumpuknya limbah sampah rumah tangga sehingga menambah kadar pencemaran air sungai yang juga digunakan oleh warga di sekitar pinggiran sungai untuk keperluan sehari-hari.

"Penanganan pencemaran limbah perusahaan akan dilakukan oleh pihak terkait yang dipimpin langsung oleh Pj Bupati Bekasi. Selanjutnya adalah penanganan limbah sampah rumah tangga, kita harus tangani bersama juga agar sungai ini lebih alami,” ucapnya.

Enop Can juga mengimbau agar aktivitas penggunaan air sungai dapat dikurangi oleh warga sekitar pinggiran sungai sebab bantuan air bersih telah didistribusikan melalui BPBD Kabupaten Bekasi. "BPBD juga telah memberikan bantuan berupa air bersih, tentunya demi kesehatan warga, maka kami himbau untuk mengurangi penggunaan air sungai,” tambah dia.

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement