Selasa 07 Sep 2021 14:12 WIB

Sampah Anorganik di Jakarta Barat Berkurang Selama Pandemi

Sebelum pandemi, setoran sampah non-organik Jakarta Barat capai 12 ton per hari.

Pemerintah Kota Jakarta Barat mengaku jumlah sampah anorganik di bank sampah selama pandemi berkurang drastis.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pemerintah Kota Jakarta Barat mengaku jumlah sampah anorganik di bank sampah selama pandemi berkurang drastis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Barat mengaku jumlah sampah anorganik di bank sampah selama pandemi berkurang drastis. Padahal sebelumnya warga bisa menyetor hingga 12 ton per hari.

"Kalau sekarang itu kisarannya sekitar empat sampai dengan delapan ton saja per hari," kata Subarna Martadinata selaku Petugas pengawas Sudin Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Pengurus Bank Sampah Induk Satu Hati Divisi Sosialisasi, Selasa (7/9).

Baca Juga

Menurut dia, berkurangnya jumlah sampah disebabkan kebijakan pembatasan sosial dan larangan beraktivitas di perkantoran dan sekolah. Umumnya, lanjut Subarna, sekolah dan wilayah perkantoran jadi salah satu sumber sampah. Tak ayal keranjang bank sampah di dua wilayah tersebut kerap penuh dalam kurun waktu beberapa minggu.

"Karena sekolah di tutup dan perkantoran juga dibatasi. Jadi itu berpengaruh," kata Subarna.

Nantinya, sampah non-organik tersebut akan dibawa oleh truk milik Sudin LH ke bank sampah induk yang berlokasi di Asrama Dinas Lingkungan Hidup, Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat. Di sana lah sampah anorganik akan didaur ulang oleh beberapa pihak swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota dan provinsi.

Sejauh ini, Subarna menilai warga masih antusias mengumpulkan sampah anorganik ke 803 bank sampah unit yang tersebar di seluruh RW, kelurahan hingga kecamatan di wilayah Jakarta Barat. Mereka sengaja mengumpulkan sampah jenis anorganik dan membuang ke bank sampah demi mendapatkan uang.

"Jenis sampah anorganik sepertikertas, kardus, plastik kresek, plastik keras, besi kaleng botol dan aluminium ringan kaya botol minuman, terus juga ada tembaga," kata Subarna.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement