Ahad 05 Sep 2021 03:29 WIB

Pemkot Bogor Bersihkan Mural

Wakil Wali Kota Bogor sebut pembersihan mural untuk menjaga keindahan kota.

Warga melintas di depan mural
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Warga melintas di depan mural

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota Bogor membersihkan mural (graffiti) atau lukisan/coretan di dinding di berbagai jalan raya di Kota Bogor untuk menjaga keindahan kota.

"Pembersihan graffiti di ruang publik ini untuk memelihara keindahan kota, agar terlihat rapi dan asri," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dalam pernyataan tertulisnya di Kota Bogor, Sabtu (4/9).

Menurut Dedie, pembersihan graffiti itu menggunakan alat high pressure jet yang diuji coba di dinding penyangga jalan layang di Jalan Raya Sholeh Iskandar Kota Bogor. Pembersihan mural tersebut dilakukan oleh petugas.

Menurut Dedie, selama ini banyak warga, baik kelompok maupun individu yang memiliki bakat seni tetapi tak memiliki medianya.

"Mereka menggunakan fasilitas publik, yang kemudian merusak keindahan kota," katanya.

Dedie menyatakan Pemerintah Kota Bogor melalui Dispermukim mulai menata ulang dengan membersihkan mural yang sekarang banyak ditemukan di ruang publik, di antaranya di Jalan Raya Sholeh Iskandar.

"Pembersihan graffiti itu akan dilakukan secara bertahap sampai akhir tahun ini, sehingga ke depan tak ada lagi masyarakat yang memiliki bakat dan hobi membuat graffiti. Tidak ada lagi yang mencorat-coret di sembarang tempat," katanya.

Menurut dia, Pemerintah Kota Bogor sudah memfasilitasi warga yang memiliki bakat atau hobi graffiti dengan menyediakan Taman Graffiti di dekat lapangan Sempur.

"Di Taman Graffiti itu, boleh dipakai untuk membuat kreativitas," katanya.

Dedie menambahkan, dinas terkait di Kota Bogor bisa juga membuat kegiatan khusus yang mengakomodasi kreativitas warga pembuat graffiti, untuk membuat gambar dengan tema-tema tertentu. Pemerintah Kota Bogor, kata dia, saat ini sedang membersihkan mural yang tersebar di ruang publik.

"Nanti kalau sudah bersih, mencoba mencari alternatif kegiatan dengan mengajak mereka yang punya hobi membuat graffiti untuk secara resmi turut memberikan pesan-pesan moral kepada masyarakat. Temanya bisa Covid-19, pendidikan, seni budaya, atau olahraga," kata Dedie.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement