Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Wali Kota Depok Terjun Langsung Bagikan 600 Paket Sembako

Ahad 25 Jul 2021 05:31 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Muhammad Fakhruddin

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian saat menyambangi Kantor Wali Kota Depok, Jumat (23/7) menegur Wali Kota Depok, Mohammad Idris agar terjun langsung melaksanakan penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa sembako tanpa menunggu bansos dari Pemerintah Pusat di beberapa kelurahan di Kota Depok, Sabtu (24/7). Sebanyak 600 paket sembako dibagikan ke warga di Kelurahan Ratujaya, Pondokjaya, Gandul dan Limo.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian saat menyambangi Kantor Wali Kota Depok, Jumat (23/7) menegur Wali Kota Depok, Mohammad Idris agar terjun langsung melaksanakan penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa sembako tanpa menunggu bansos dari Pemerintah Pusat di beberapa kelurahan di Kota Depok, Sabtu (24/7). Sebanyak 600 paket sembako dibagikan ke warga di Kelurahan Ratujaya, Pondokjaya, Gandul dan Limo.

Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Bantuan sembako yang diberikan ini berasal dari donasi ASN Pemkot Depok.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Wali Kota Depok, Mohammad Idris terjun langsung membagikan sembako dari donasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam program Depok Sedekah Bersama (Deseber) ke warga yang terdampak Covid-19 dan warga yang sedang malakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Sebanyak 600 paket sembako dibagikan ke warga di Kelurahan Ratujaya dan Pondokjaya, Kecamatan Cipayung.

Selain itu, Idris berbagi tugas dengan Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono yang juga terjun langsung membagikan sembako di Kelurahan Gandul dan Limo, Kecamatan Limo.

"Saya langsung membagikan sembako dari rumah ke rumah ke warga terdampak Covid-19 dan warga yang sedang isoman," ujar Idris saat membagikan sembako di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Sabtu (24/7).

Menurut Idris, bantuan sembako yang diberikan ini berasal dari donasi ASN Pemkot Depok melalui Korpri Kota Depok dalam program Deseber.

Adapun setiap paket sembako berisi beras, mie instan, produk UMKM dan lain sebagainya. Satu paket senilai Rp 150 hingga Rp 200 ribu. Setiap kelurahan kami distribusikan 100 paket. Bantuan ini murni dari ASN, di luar bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Kementerian Sosial (Kemensos)," jelasnya.

"Pemkot Depok memiliki program Deseber. Nah, sedekah dari ASN ini yang nantinya kami belikan sembako untuk warga isoman dan terdampak Covid-19. Mudah-mudahan orang yang bersedekah ikhlas dan warga yang mendapat bantuan ini bisa digunakan dengan baik. Kami meyakini, dengan bersedekah bisa menolak petaka atau bencana. Untuk itu, kami mengajak seluruh ASN supaya bersedekah," tuturnya.

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono juga menyalurkan langsung bansos paket sembako dalam program Daseber di Kelurahan Gandul dan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok. Dalam pemberian bantuan untuk warga tersebut, Imam berjalan kaki dari rumah ke rumah (door to door).

“Alhamdulillah, kami telah membagikan sembako yang diberikan kepada warga non-Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (non-DTKS). Sebanyak 100 paket sembako kami bagikan ke warga isoman dan terdampak Covid-19," terangnya.

Imam berpesan kepada masyarakat agar terus menjaga menerapkan protokol kesehatan melalui 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, mengurangi mobilisasi dan interaksi, serta menghindari makan bersama.

"Bagi warga yang memerlukan bantuan diharapkan dapat aktif memberikan Informasi kepada RT-RW setempat. Sebab, mereka yang melakukan pendataan sehingga nanti bantuan bisa diberikan. Jadi, harus lapor RT-RW setempat. Misalnya mau isolasi di wisma UI silakan karena tempatnya sudah disiapkan. Begitu juga yang perlu bantuan sembako," pungkasnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA