Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Anies Harap Masyarakat Teladani Kisah Nabi Ibrahim

Selasa 20 Jul 2021 14:08 WIB

Rep: Febryan. A/ Red: Bayu Hermawan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Anies Refleksikan Kisah Nabi Ibrahim dengan Perjuangan Menghadapi Pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, ada banyak hikmah dalam kisah keluarga Nabi Ibrahim. Ia pun berharap semua pihak bisa meneladani kisah tersebut dalam konteks menghadapi pandemi Covid-19. 

Anies awalnya mengucapkan selama merayakan Idul Adha 1442 Hijriah kepada semua umat Islam. Diakuinya, Idul Adha tahun ini lebih berat dibanding tahun sebelumnya karena gelombang kedua Covid-19. Umat Islam tak bisa merayakan Idul Adha dalam suasana kemeriahan. 

Baca Juga

Ia pun meminta semua pihak untuk meneladani kisah keluarga Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar dan Nabi Ismail AS, dalam menghadapi pandemi ini. Sebuah kisah keluarga sekitar 4.300 tahun lalu yang hikmahnya terus diambil umat Islam hingga sekarang. 

"Di sana ada hikmah tentang ketaatan menjalankan tanggung jawab, tentang menyerahkan diri kepada Allah, tentang menjalani masa-masa sulit dengan saling mendukung dan saling menguatkan," ujar Anies dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Selasa (20/7). 

Anies pun mengapresiasi warga yang telah meneladaninya dengan cara mematuhi protokol kesehatan untuk menyelamatkan nyawa. Termasuk pula warga yang saling tolong menolong pada masa pandemi ini. 

"Inilah ikhtiar yang masih harus kita lakukan sama-sama dan kita berharap Allah SWT akan mengganti pengorbanan yang panjang ini dengan sesuatu Insya Allah lebih baik," kata Anies. 

Pada Idul Adha tahun ini, Jakarta masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Kasus harian melonjak di kisaran 10 ribu per hari, jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Puluhan bahkan ratusan orang meninggal setiap harinya. Aktivitas masyarakat pun dibatasi secara ketat guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA