Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Anies: Tenda Pasien Darurat Covid-19 Dipasang di 22 RS

Kamis 24 Jun 2021 23:19 WIB

Red: Ratna Puspita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Pemasangan tenda darurat seiring keterisian tempat tidur yang sudah penuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan fasilitas tenda darurat untuk ruang rawat inap pasien COVID-19 telah dipasang pada 22 rumah sakit, termasuk RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran. Pemasangan tenda darurat ini bertujuan menampung pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan dan rawat inap.

Ini seiring dengan keterisian tempat tidur atau "bed occupancy ratio" (BOR) di sejumlah rumah sakit DKI yang sudah penuh. "Tenda yang sudah dipasang di rumah sakit terdapat 20 unit dan dua unit lainnya di RS Wisma Atlet, stoknya masih ada delapan dan masih bisa ditambah," kata Anies usai mengunjungi RSUD Kramat Jati di Jakarta Timur, Kamis (24/6) malam.

Baca Juga

Anies menjelaskan Pemprov DKI Jakarta berinisiatif meminjam tenda milik UNICEF yang sebelumnya dimanfaatkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk proses belajar mengajar. Dengan adanya tenda ini, para pasien COVID-19, terutama dengan gejala sedang hingga berat yang membutuhkan perawatan tidak perlu menunggu di kursi maupun lobi rumah sakit.

Selain tenaga kesehatan yang bersiaga, tenda darurat RS memiliki 10 tempat tidur dan fasilitas oksigen bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan. Salah satu tenda darurat yang sudah dipasang, yakni di halaman RSUD Kramat Jati. 

Di RS tersebut, kondisi ruang rawat inap telah melebihi kapasitas. Bahkan, lobi rumah sakit kini beralih fungsi menjadi ruang rawat inap bagi pasien.

"Di sini ada 10 bed yang bisa menangani, ada tenaga medisnya juga. Cara ini diharapkan bisa membuat mereka tidak harus menunggu biasanya di kursi-kursi, atau di teras dan di lobi," tutur Anies.

Anies terus mengingatkan warga untuk membatasi aktivitas mengingat potensi penularan, khususnya varian baru corona yang amat tinggi. Anies mengatakan, jumlah kasus positif COVID-19 yang meningkat tajam di DKI Jakarta ini merupakan masalah serius yang harus dihadapi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA