Selasa 22 Jun 2021 14:56 WIB

Anies: Kasus Covid di Jakarta Bukan Sekadar Angka Statistik

Anies mengatakan penambahan kasus Covid di Jakarta bukan sekadar angka statistik saja

Rep: Flori Sidebang / Red: Bayu Hermawan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menekankan, penambahan kasus Covid-19 di Ibu Kota bukan sekadar angka statistik saja. Namun, Anies mengatakan, setiap angka yang disebutkan dalam kasus baru merupakan nyawa seseorang. 

"Jadi saya perlu garis bawahi kepada semua. ketika kita menyebutkan jumlah kasus jangan dibayangkan ini seperti angka statistik begitu saja. Ini adalah saudara kita, ini adalah warga kita. Setiap satu angka disebut itu adalah satu nyawa, itu anak, itu adalah ayah, ibu, kakak, adik kita semua," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/6).

Baca Juga

Oleh karena itu, Anies pun meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan. Sehingga dapat menekan angka risiko penularan Covid-19.

"Karenanya jangan pernah tempatkan persoalan covid sekedar statistik, bertambah kasus dan berkurang kasus. Bayangkan keluarga yang tegang, bayangkan pasien yang perlu perawatan intensif karena terpapar. Karena itu mari kita sama-sama memilih menjauhi risiko," ujarnya. 

Lebih lanjut Anies mengimbau kepada orang tua agar lebih berhati-hati terhadap penularan Covid-19. Sebab, saat ini cukup banyak anak-anak yang turut terpapar virus corona. 

"Ini perlu perhatian khusus bahwa minggu lalu kita alami kasus harian tertinggi, yaitu 5.582 kasus baru. Dari angka itu 665 anak usia 5-18 tahun, kira-kira 12 persen, dan 224 adalah kasus anak di bawah 5 tahun, balita. Jadi 16 persen dari kenaikan kasus adalah anak-anak," katanya.

Anies menilai, kini, situasi pandemi Covid-19 di Jakarta semakin kompleks. Apalagi kata dia, adanya temuan varian baru dari virus tersebut yang dinilai lebih mudah menular, termasuk pada anak-anak.

"Kita menghadapi situasi wabah yang berbeda dengan awal tahun kemarin. Besar kemungkinan adalah varian baru yang dengan mudah menular, termasuk kepada anak-anak," jelasnya.

Sebab itu, Anies menyarankan agar anak-anak tetap berada di rumah. "Penanganan untuk anak-anak tentu membutuhkan pendampingan orang dewasa sehingga muncul kompleksitas yang tidak sederhana," tuturnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement