Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Disdik DKI: tak Ada Perubahan Mekanisme PTM Selama Ramadhan

Ahad 18 Apr 2021 13:42 WIB

Rep: Flori Sidebang / Red: Bayu Hermawan

Siswa SMKN 15 Jakarta Selatan sedang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) (ilustrasi)

Siswa SMKN 15 Jakarta Selatan sedang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) (ilustrasi)

Foto: Republika/Febryan A
Disdik DKI mengatakan PTM hanya intrakulikuler saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan tidak ada perubahan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah selama bulan Ramadhan 2021. Taga menyebut kegiatan hanya terdiri dari intrakulikuler atau belajar mengajar secara tatap muka di ruang kelas.

"Enggak ada kegiatan yang non intrakulikuler. Jadi untuk PTM hanya intrakulikuler saja," kata Taga saat dikonfirmasi, Ahad (18/4).

Baca Juga

Taga menuturkan, pihak sekolah tetap bisa mengadakan pengajian bersama selama bulan Ramadhan. Namun, kegiatan itu harus dilakukan secara daring. "(Pengajian bersama) ada, tapi daring, tatap muka hanya untuk intrakulikuler saja. Semua ekskul juga tidak boleh dengan tatap muka, masih daring," jelasnya. 

Taga menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi selama sepekan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah, tidak ada aduan maupun temuan kasus Covid-19. "Untuk evaluasinya sampai dengan saat ini, Alhamdulillah tidak ada kasus atau aduan anak-anak yang ikut pembelajaran tatap muka kena Covid-19," ujarnya. 

Taga melanjutkan, selain itu dinas-dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan pun terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Selain itu, Dinas Perhubungan juga menyediakan sejumlah bus sekolah untuk membantu mobilisasi para siswa.

"Alhamdulillah, teman-teman dari Dinas Perhubungan membackup kegiatan tatap muka ini untuk paling tidak mengupayakan anak kita yang enggak punya kendaraan pribadi, tidak naik angkot lah, naik bus sekolah yang steril. Kita koordinasi terus," ujar Taga. 

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menggelar uji coba (piloting) pembelajaran tatap muka (PTM) terhadap 85 sekolah di Ibu Kota, mulai tanggal 7-29 April 2021. Jumlah tersebut telah melalui asesmen tahap satu dan dua dari total 100 sekolah yang mengikuti asesmen dari Disdik DKI Jakarta. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan durasi belajar siswa dibatasi selama masa uji coba tersebut. "Durasi belajar yang terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari," kata Nahdiana dalam keterangan tertulis resminya, Selasa (6/4).

Kemudian, sambung Nahdiana, pelaksanaannya pun hanya berlangsung sekali seminggu untuk satu jenjang kelas dalam satuan pendidikan. Kapasitas siswa di dalam ruang kelas juga dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah keseluruhan satu kelas dan tempat duduk siswa juga diatur dengan jarak 1,5 meter.

"Materi pembelajaran yang terbatas, yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka," ucapnya.

Dia menuturkan, sebelum menggelar uji coba pembelajaran tatap muka, para guru telah mengikut vaksinasi covid-19. Nahdiana menjelaskan, hal itu untuk memastikan kegiatan pembelajaran berlangsung secara kondusif dan aman.

"Pendidik dan tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi Covid-19," ungkap dia.

Selain itu, dia menyebut setiap orang tua memiliki hak penuh untuk menentukan apakah anaknya diberikan izin untuk mengikuti pembelajaran campuran atau belajar dari rumah.

"Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta akan melakukan edukasi terkait penjelasan tentang pembelajaran campuran ini khususnya bagi para peserta didik dan orang tua," ucapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA