Jumat 09 Apr 2021 21:52 WIB

Sehari Pascakebakaran, Pedagang Pasar Kambing Berjualan Lagi

Sebanyak 136 lapak dan 40 kios di Pasar Kambing Tanah Abang terbakar.

Rep: Febryan. A/ Red: Andri Saubani
Seekor kambing melintas di lokasi pasca kebakaran di Pasar Kambing, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (9/4). Sebanyak 136 lapak dan 40 kios pedagang terbakar yang diduga akibat korsleting listrik dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata ulang pasar tersebut. Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Seekor kambing melintas di lokasi pasca kebakaran di Pasar Kambing, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (9/4). Sebanyak 136 lapak dan 40 kios pedagang terbakar yang diduga akibat korsleting listrik dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata ulang pasar tersebut. Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pedagang kembali berjualan di Pasar Kambing, Jalan Sabeni, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/4) siang atau sehari usai kebakaran besar melanda. Pedagang berjualan di area pasar yang tak dilalap Si Jago Merah.

Berdasarkan pantauan Republika, tampak puluhan pedagang mulai berjualan sejak Jumat siang. Kebanyakan dari mereka adalah pedagang sayuran. Mereka berjualan di sisi kiri dan kanan dari area yang terbakar.

Sedangkan area yang terbakar masih dibatasi garis polisi. Tampak juga sejumlah petugas PLN sedang mengurusi kabel-kabel listrik di sejumlah tiang di dalam area pasar. Tumpukan sisa kebakaran juga masih tampak berserakan di mana-mana.

Salah satu yang mulai berjualan itu adalah pedagang sayuran bernama Yanti (55 tahun). Meski masih merasa cemas dengan kebakaran kemarin, Yanti terpaksa berjualan kembali.

"Ya mau gimana lagi, udah mau puasa. Butuh duit buat mudik. Tapi ya yang beli masih sepi," kata perempuan asal Solo, Jawa Tengah, itu kepada Republika di lapaknya.

Agar bisa berjualan kembali, Yanti terpaksa mengambil uang tabungannya sebanyak Rp 10 juta untuk modal. Sebab, semua barang dagangannya hangus terbakar saat kebakaran kemarin.

"Sayuran dagangan saya hangus semua kemarin. Ada itu Rp 15 juta semua," kata Yanti.

Tedi Bandod (54), salah seorang pedagang kambing, juga sudah kembali berjualan. Sebab, hanya sebagian lapaknya yang terbakar dan ia juga berhasil mengevakuasi puluhan kambing dagangannya.

"Alhamdulillah saya dibantu sama karang taruna sini bantu evakuasi semua hewan ternak saya," kata Tedi. Kendati hanya sebagian dari lapaknya yang terbakar, Tedi mengaku kerugiannya sampai Rp 100 juta.

Kebakaran besar melanda Pasar Kambing, kemarin sore. Petugas pemadam kebakaran diketahui menerima laporan kebakaran itu dari warga pukul 16.50 WIB. Sebanyak 17 unit mobil pemadam beserta 85 personel langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

Proses pemadaman mulai dilakukan pukul 17.00 WIB. Api padam pukul 18.15 WIB.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma, mengatakan, kebakaran bermula ketika terjadinya korsleting listrik di salah satu lapak pedagang. "Letupan (dari korsleting itu) menyebabkan percikan api dan mengenai ke salah satu lapak buah atau kelontong. Setelah itu api merambat," kata Dhany di lokasi kebakaran, Kamis malam.  

Dhany mengatakan, kebakaran ini mengakibatkan ratusan lapak pedagang hangus. "Saat ini sudah teridentifikasi kurang lebih sebanyak 136 lapak dan 40 kios yang terbakar. Semua berada di (area) PD Pasar Jaya," kata dia.  

Dhany menyebut, tak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Hanya ada satu petugas pemadam yang mengalami luka-luka saat proses pemadaman.  

Humas Gulkarmat DKI Jakarta Mulat Wijayanto mengatakan, luas area yang terbakar sekitar 5.000 meter persegi. "Kerugian materi ditaksir Rp 1 miliar," kata dia.  

Mulat menambahkan, proses pemadaman sempat terkendala oleh sempitnya akses jalan dan adanya kemacetan menuju lokasi kebakaran. Selain itu, sumber air juga jauh dari lokasi kejadian.

In Picture: Kondisi Pasar Kambing Pascakebakaran

photo
Warga melihat kios dan lapak yang hangus pasca kebakaran di Pasar Kambing, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (9/4). Sebanyak 136 lapak dan 40 kios pedagang terbakar yang diduga akibat korsleting listrik dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata ulang pasar tersebut. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement