Senin 22 Mar 2021 01:00 WIB

Dibiayai UEA, Jembatan Gantung 'Indiana Jones' Dibangun Lagi

Jembatan gantung tersebut kembali roboh diterjang banjir pada Desember 2020.

Warga melintasi jembatan gantung lama yang kondisinya telah rusak di Desa Parung Kujang, Lebak, Banten, Senin (14/12/2020). Menurut keterangan warga setempat jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut putus pada Minggu (13/12/2020) setelah diterjang oleh luapan Sungai Ciujung dan menyebabkan sembilan warga luka-luka akibat terjatuh dari jembatan.
Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Warga melintasi jembatan gantung lama yang kondisinya telah rusak di Desa Parung Kujang, Lebak, Banten, Senin (14/12/2020). Menurut keterangan warga setempat jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut putus pada Minggu (13/12/2020) setelah diterjang oleh luapan Sungai Ciujung dan menyebabkan sembilan warga luka-luka akibat terjatuh dari jembatan.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Jembatan gantung "Indiana Jones" di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali dibangun setelah roboh diterjang banjir besar pada Desember 2020. Pembangunan jembatan gantung Indiana Jones itu dibiayai dari Uni Emirat Arab

Relawan Kampung Muhammad Arif Kirdiat mengatakan, jembatan gantung "Indiana Jones" itu menghubungkan antara Kecamatan Rangkasbitung dan Kalanganyar, Kabupaten Lebak. "Jembatan ini sebagai jalan alternatif untuk transportasi masyarakat ke pusat Ibu Kota Rangkasbitung," katanya, Ahad (21/3).

Pembangunan jembatan gantung sepanjang 80 meter dan lebar 1,6 meter tersebut dikerjakan sejak Februari dan ditargetkan awal April 2021 sudah  dioperasikan. Pengoperasian jembatan itu dipastikan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat menjadi lebih baik dan akses pendidikan serta kesehatan lebih mudah.

"Kami optimistis jembatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena kelancaran akses lalu lintas kendaraan roda dua," katanya.

Menurut dia, jembatan gantung "Indiana Jones" dibangun 2012. Setelah roboh, anak-anak sekolah dasar (SD) bergelantungan menyeberang di atas kawat jembatan itu. Jembatan gantung tersebut kembali roboh diterjang banjir pada Desember 2020.

Jembatan gantung yang melintasi Sungai Ciberang itu menghubungkan antardesa di Kabupaten Lebak, yakni Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar dan Desa Pasir Tanjung Kecamatan Rangkasbitung. "Kami minta warga setelah jembatan itu dioperasikan agar merawat, sehingga bisa bertahan lama," ujarnya.

KH Adang Jajuli tokoh masyarakat Kabupaten Lebak mengatakan, pembangunan jembatan gantung "Indiana Jones" dapat membuka akses ekonomi masyarakat dengan kemudahan memasarkan hasil bumi ke luar daerah. Sebab, masyarakat di sini kebanyakan berprofesi petani dan menjual hasil pertaniannya ke Pasar Rangkasbitung.

Dia mengatakan, jembatan itu dibangun oleh salah satu perusahaan BUMN melalui CSR, namun akhir tahun 2020 kembali roboh akibat diterjang banjir. "Kami berharap pembangunan jembatan itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Lebak Maman Suparman mengapresiasi, relawan kampung yang peduli membangun jembatan gantung Indiana Jones, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik. Selama ini, jembatan gantung itu sebagai urat nadi perekonomian masyarakat pedesaan. 

Saat ini, pemerintah daerah tidak memiliki anggaran untuk pembangunan jembatan akibat keterbatasan dana. "Kita memiliki 800 jembatan, tentu membutuhkan dana cukup besar untuk membangun jembatan itu," kata Maman Suparman.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement