Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Kasudindik Ade Yulia Dikenal Bugar Sebelum Meninggal Covid

Kamis 03 Dec 2020 11:53 WIB

Red: Indira Rezkisari

Salah area pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Wilayah 1 Jakarta Timur, Ade Yulia Narun, yang meninggal akibat Covid-19, Rabu (2/12), dimakam di Pondok Rangon.

Salah area pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Wilayah 1 Jakarta Timur, Ade Yulia Narun, yang meninggal akibat Covid-19, Rabu (2/12), dimakam di Pondok Rangon.

Foto: febrian A
Ade Yulia tak sampai sepekan dirawat sebelum akhirnya meninggal Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Wilayah 1 Jakarta Timur almarhum Ade Yulia Narun dikenal kolega sebagai sosok yang gemar berolahraga dan bertubuh bugar sebelum meninggal akibat terinfeksi Covid-19, Selasa (1/12). Ade Aulia telah dimakam di Pondok Rangon dengan protokol Covid-19.

"Setahu saya beliau sehat saja, beliau suka olahraga, bersepeda, jogging, tidak ada obesitas dan dia senang sekali olahraga," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur, Gunas Mahdianto di Jakarta, Kamis (3/12).

Komunikasi terakhir yang dijalin Gunas dengan almarhum berlangsung pada Senin (23/11) setelah memperoleh kabar bahwa Ade Yulia Narun mengalami demam dan batuk. "Ahad (22/11) beliau mulai demam dan batuk. Tanggal 23 November saya telepon beliau dia bilang, saya hari ini tidak ke kantor sedang demam dan batuk, sudah ke klinik juga," kata Gunas menceritakan obrolannya dengan almarhum.

Baru pada Kamis (26/11) almarhum menjalani swab test atau tes usap dan terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat (27/11). Ade Yulia Narun dirujuk menuju Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit pada Sabtu (28/11) untuk menjalani perawatan intensif serta isolasi.

Gunas mengenal almarhum sebagai sosok yang mudah bergaul, ramah, dan demokratis saat menghadirkan solusi terhadap persoalan pelayanan pendidikan di Jakarta Timur. "Orangnya rendah hati banget, tidak pernah menonjolkan diri, apa-apa selalu didiskusikan, terutama setelah kita di Jakarta Timur berdua sejak dilantik pada September 2019. Pelantikan kami bareng," katanya.

Almarhum mengemban tugas menjalani pelayanan pendidikan di wilayah 1 Jakarta Timur meliputi Kecamatan Cakung, Jatinegara, Matraman, Pulogadung dan Duren Sawit. "Banyak kesannya dan sering, seperti kalau sambutan, pasti kita berdua ganti-gantian naik podium. Kita ingin jaga kondusivitas dan menjaga pelayanan yang baik. Timur 1 dan 2 harus sama persis kebijakannya," katanya.

Sebelum wafat, kata Gunas, almarhum sedang fokus menyelesaikan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk anggaran 2021 serta mempersiapkan kebijakan sekolah tatap muka.

Ade Yulia Narun meninggal di RSKD Duren Sawit sekitar pukul 22.00 WIB pada usia 55 tahun atau tiga tahun menjelang masa pensiun. Dia pernah bertugas di wilayah Jakarta Selatan serta Kepulauan Seribu.

Wali Kota Jakarta Timur M Anwar membenarkan bahwa almarhum wafat akibat Covid-19 melalui pesan singkat. "Iya. Covid-19," ujar Anwar.

Jenazah Ade Narun telah dimakamkan di Pemakaman Pondok Rangon secara langsung oleh petugas dari RSKD Duren Sawit dengan protokol Covid-19. Meninggalnya Ade Yulia Narun telah menambah daftar kalangan pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19. Pejabat tersebut di antaranya Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, Lurah Meruya Selatan Ubay Hasan dan Camat Kelapa Gading.






sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB