Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Pemkot Tangerang Tunggu Juknis Tatap Muka dari Kemendikbud

Rabu 25 Nov 2020 22:59 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Siswa mengikuti kelas sambil mematuhi protokol kesehatan pada sesi kelas di SD Nurul Amal di Tangerang. Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengungkapkan, pihaknya menunggu surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dalam penerapan sekolah tatap muka. Hal itu akan dijadikan bahan untuk mempertimbangkan soal kemampuan keuangan daerah.

Siswa mengikuti kelas sambil mematuhi protokol kesehatan pada sesi kelas di SD Nurul Amal di Tangerang. Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengungkapkan, pihaknya menunggu surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dalam penerapan sekolah tatap muka. Hal itu akan dijadikan bahan untuk mempertimbangkan soal kemampuan keuangan daerah.

Foto: EPA-EFE/ADI WEDA
Wali Kota Tangerang tunggu juknis Kemendikbud untuk gelar sekolah tatap muka

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengungkapkan, pihaknya menunggu surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dalam penerapan sekolah tatap muka. Hal itu akan dijadikan bahan untuk mempertimbangkan soal kemampuan keuangan daerah.

“Sebenarnya kita berharap cepat nih (juklak-juknisnya). Karena kan harus mempersiapkan anggaran kalau memang menggunakan APBD. Apalagi APBD kita targetnya akhir November harus disahkan, tapi sampai sekarang juklak-juknisnya belum turun,” ujar Arief melalui keterangan suara, Rabu (25/11).

Arief menuturkan, dia juga masih menunggu informasi terkait dengan ada atau tidaknya penggelontoran dana dari pemerintah pusat dalam penerapan sekolah tatap muka di daerah. “Makanya sejauh mana kemampuan keuangan, apakah ini akan di-backup oleh pemerintah pusat, apakah menggunakan APBD tentu ini kita harus hitung,” terangnya.

Hal itu, kata dia, untuk memperhitungkan segala hal yang dibutuhkan dalam proses kegiatan belajar mengajar tatap muka di tengah pandemi. Diantaranya untuk mempertimbangkan terkait dengan adanya kemungkinan diadakan tes rapid bagi para anak didik. Selain itu juga untuk membayar ribuan guru honorer di Kota Tangerang. 

Sejauh ini, Arief menuturkan, pihaknya tengah mengkaji ihwal sekolah tatap muka yang akan kembali diberlakukan pada Januari 2021 mendatang. Menurutnya, kesehatan anak didik menjadi yang utama harus diperhatikan.

“Sekarang lagi dikaji lah tahapannya karena keamanan tetap nomor satu di tengah pandemi. Karena kita enggak pengen justru membangun klaster baru dan akhirnya anak-anak kita jadi korban,” ujar Arief. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA