Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Wawali Bogor: Pastikan Prokes Sebelum Belajar Tatap Muka

Senin 23 Nov 2020 23:57 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bogor, Senin (14/9).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bogor, Senin (14/9).

Foto: Republika/Nugroho Habibi
Wawali Bogor ingatkan pelaksanaan tatap muka harus jalankan prokes

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) harus memastikan semua persyaratan protokol kesehatan terpenuhi.

"Kota Bogor siap mendukung arahan dan langkah-langkah dari pemerintah pusat, tapi implementasinya di lapangan, harus dipastikan semua sarana dan prasarananya sekolah memenuhi persyaratan protokol kesehatan," kata Dedie A Rachim, di Balai Kota Bogor, Senin (23/11).

Menurut Dedie, untuk pelaksanaan PTM di sekolah ini, proses dan prosedur pelaksanaannya harus jelas dan ada aturan tertulisnya, sehingga dalam pelaksanaannya di lapangan menjadi jelas.

Sekolah-sekolah yang melaksanakan PTM di sekolah, kata dia, harus menyediakan tempat cuci tangan dengan air sabun atau hand sanitizer yang memadai, menyediakan masker jika ada siswa yang lupa membawa masker atau membutuhkan masker tambahan di sekolah, serta mengatur jaga jarak pada tempat belajar.

"Sekolah juga harus dipastikan memiliki ruang terbuka yang memadai untuk menghindari terlalu lama di tempat belajar. Para guru juga harus dipastikan sehat dengan menjalankan tes usap serta siapa yang memiliki komorbid dan siapa yang tidak," katanya.

Dedie menambahkan, sekolah yang melaksanakan PTM juga harus dipastikan teknis belajarnya seperti apa, apakah waktu belajarnya dibagi dua berdasarkan hari seperti, kelompok A: Senin-Rabu-Jumat, serta kelompok B: Selasa-Kamis-Sabtu, atau dibagi berdasarkan jam pagi dan siang.

Dedie juga mengusulkan, pelaksanaan PTM sebaiknya disinkronkan dengan program pemberian vaksin COVID-19. "Saya mengusulkan, agar pemberian vaksin dengan memprioritaskan guru dan pegawai di sekolah, karena akan bertemu dengan siswa, setelah PTM dilaksanakan," katanya.

Hal yang penting lainnya, kata dia, sekolah yang akan melaksanakan PTM harus mendapat persetujuan dari orang tua siswa dan dikuatkan dengan surat dari komite sekolah. "Sekolah yang akan melaksanakan PTM juga harus mengajukan izin ke Pemerintah Kota Bogor," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA