Rabu 18 Nov 2020 06:37 WIB

Kasus Kematian di Jateng Masih Tertinggi

Provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi agar lebih serius tangani Covid-19

Rep: N Dessy Suciati Saputri/ Red: Hiru Muhammad
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan angka kematian Covid di Jawa Tengah masih tertinggi pada pekan ini.
Foto: istimewa
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan angka kematian Covid di Jawa Tengah masih tertinggi pada pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–-Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, angka kematian Covid di Jawa Tengah masih tertinggi pada pekan ini. Jawa Tengah mengalami kenaikan angka kematian sebesar 38 kasus dibandingkan pekan sebelumnya.

“Dari 5 besar provinsi dengan kenaikan kasus meninggal tertinggi di pekan lalu, seluruhnya telah berhasil keluar dari lima besar kecuali Jawa Tengah. Jawa Tengah masih menjadi peringkat satu kematian tertinggi pekan ini dengan kenaikan kematian 38 kasus,” kata Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta.

Setelah Jawa Tengah, kemudian disusul oleh Kalimantan Timur yang juga naik 13 kasus kematian, Jambi naik 6 kasus, Kepulauan Riau naik 4 kasus, dan Kepulauan Bangka Belitung naik 3 kasus.

Sementara itu, persentase kasus meninggal tertinggi yakni di Jawa Timur sebesar 7,15 persen, Sumatera Selatan sebesar 5,37 persen, NTB sebesar 5,2 persen, Bengkulu sebesar 4,49 persen, dan Jawa Tengah sebesar 4,36 persen. “Persentase ini cenderung terus menurun dari pekan-pekan sebelumnya, ini adalah perkembangan yang kita harapkan ke arah yang lebih baik,” ujar dia.

Wiku berpesan kepada seluruh daerah, terutama provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi agar serius meningkatkan kualitas penanganan Covid-19. Ia mengatakan tingginya penambahan angka kasus positif pada pekan ini dapat menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki angka kematian.   “Dengan cara memastikan seluruh kasus positif baru ditangani dengan baik dan menjadi sembuh seluruhnya, utamanya pada pasien dengan gejala sedang dan berat, dan komorbid,” kata Wiku.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement