Selasa 27 Oct 2020 05:30 WIB

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Kabupaten Sukabumi

Enam rumah warga dan satu musholla rusak akibat bencana tersebut

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad
Longsor yang menerjang permukiman warga di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/10)
Foto: bpbd kab. sukabumi
Longsor yang menerjang permukiman warga di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/10)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Sejumlah bencana melanda beberapa titik di Kabupaten Sukabumi pada Senin (26/10) sore. Peristiwa ini terjadi setelah wilayah Sukabumi diguyur hujan deras. Data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, salah satu titik yang diterjang bencana longsor misalnya di Kampung Ciseupan Hilir RT 03 RW 06 Desa Seuseupan Kecamatan Caringin. " Dikarenakan hujan deras mengakibatkan terjadi retakan di sawah warga yang menimbulkan longsoran besar," ujar Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada wartawan Senin malam (26/10).

Dampaknya bencana ini menyebabkan kerusakan pada sebanyak enam unit rumah warga dan satu unit muhsola. Rinciannya satu rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan tiga rumah rusak ringan serta satu mushola rusak berat. Dalam kejadian ini ada sebanyak 10 jiwa yang terdampak. Beruntung bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa dan sementara penghuni rumah mengungsi ke rumah saudara terdekat Daeng menerangkan, kerugian akibat bencana masih dalam perhitungan. Langkah penanganan dilakukan petugas penanggulangan bencana (PB) Kecamatan Caringin.

Menurut Daeng, petugas gabungan sudah dikerahkan ke lokasi bencana. Hal ini untuk melakukan pendataan dampak bencana. Di sisi lain bencana juga tersebar di beberapa kecamatan lainnya di wilayah utara Sukabumi. Di mana data masih terus dikumpulkan oleh petugas. Menurut Daeng, pada musim hujan ini warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana. Langkah tersebut untuk mencegah timbulnya korbab jiwa maupun materiil akibat bencana.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement