Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Pemkot Depok Giatkan Edukasi Pencegahan Covid-19

Rabu 21 Oct 2020 08:35 WIB

Red: Hiru Muhammad

Sejumlah petugas gabungan saat menindak warga yang tidak menggunakan masker di perbatasan Depok-Jakara, Sabtu (5/9). Operasi masker yang dilakukan petugas gabungan Jawa Barat dengan DKI Jakarta tersebut sebagai bentuk pengawasan dan penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Republika/Putra M. Akbar

Sejumlah petugas gabungan saat menindak warga yang tidak menggunakan masker di perbatasan Depok-Jakara, Sabtu (5/9). Operasi masker yang dilakukan petugas gabungan Jawa Barat dengan DKI Jakarta tersebut sebagai bentuk pengawasan dan penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Upaya edukasi digiatkan agar warga tidak takut berlebihan atau abai terhadap Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Pemerintah Kota Depok di Provinsi Jawa Barat menggiatkan edukasi masyarakat soal pencegahan Covid-19 dalam upaya meningkatkan kesadaran warga menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Koordinator Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok Sidik Mulyono di Depok, Rabu (21/10) mengemukakan upaya edukasi digiatkan agar warga tidak takut berlebihan atau abai terhadap ancaman penularan Covid-19. "Edukasi ini sebagai pelengkap sosialisasi yang pernah diadakan pihak kelurahan atau puskesmas," katanya.

Kegiatan edukasi mengenai pencegahan Covid-19 antara lain sudah dilakukan pada warga dan tokoh masyarakat diKelurahan Pondok Cina serta anggota Komunitas Barisan Bangun Negeri (BBN)."Ke depan acara serupa kita galakan di wilayah lain. Kita lihat ini sebagai wilayah percontohan," katanya.

Pada Selasa (20/10) malam Pemerintah Kota Depok Jawa Barat mencatat jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di wilayahnya bertambah 85 menjadi total 4.824 orang. Sementara itu, jumlah akumulatif kasus infeksi virus corona bertambah 55 menjadi total 6.382 kasus dengan jumlah kasus aktif tercatat sebanyak 1.380 kasus.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA