Jumat 16 Oct 2020 12:02 WIB

Revitalisasi TIM Sudah 38,37 Persen

Progres revitalisasi itu kini telah memasuki pekan ke-65.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Esthi Maharani
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki. Truk molen keluar dari gerbang kompleks Taman Ismail Marzuki, Rabu (24/6).
Foto: Reiny Dwinanda/Republika
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki. Truk molen keluar dari gerbang kompleks Taman Ismail Marzuki, Rabu (24/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat tahap pertama secara keseluruhan telah mencapai 38,37 persen. Adapun progres revitalisasi itu kini telah memasuki pekan ke-65.

Manajer Proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tabah Noekman menjelaskan rincian proses revitalisasi tersebut. Dia menuturkan, hingga pekan ini, gedung parkir dan pos pemadam kebakaran (damkar) mencapai 84,84 persen.

"Sedangkan untuk Gedung Perpustakaan dan Wisma Seni mencapai 16,90 persen. Adapun, Masjid Amir Hamzah yang ada bagian belakang di TIM pengerjaannya sudah rampung 100 persen," kata Tabah dalam keterangan tertulis resminya, Jumat (16/10).

Tabah mengatakan, meski berada di tengah pandemi Covid-19, pengerjaan revitalisasi tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Dia menegaskan, penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin di area proyek bertujuan untuk memastikan para pekerja selalu dalam keadaan sehat dan nyaman.

"Protokol (kesehatan) ketat. Misalnya, setiap orang yang datang kita harus cek suhu tubuhnya. Nanti kita kasih label berapa suhunya. Untuk pekerja, kalau ada yang panas berlebih kita isolasi dan setiap bulan kita rapid test," ungkap dia.

Tabah menjelaskan, proyek revitalisasi TIM dilakukan dalam dua tahap dengan alasan keunikan jenis bangunannya. Sebab, jenis dan karakter bangunan di TIM berbeda-beda.

Ia mencontohkan, terdapat gedung pertunjukan, gedung bioskop, perpustakaan, perkantoran, wisma, hingga bangunan pendidikan, seperti Planetarium di area TIM.

"TIM kalau dibangun dalam satu fase sulit, karena ini multi-building. Unik sebetulnya, sebab semua unsur di TIM ada, mulai dari; pendidikan, seni budaya, film, teater, dan lain sebagainya," papar dia

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement