Kamis 25 Jun 2020 15:27 WIB

Zikir dan Doa Bersama untuk Keberkahan Jakarta

Zikir dan doa itu  akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan direcanakan membuka Gebyar Dizkir Akbar dan Doa Keberkahan untuk DKI Jakarta, nanti malam.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan direcanakan membuka Gebyar Dizkir Akbar dan Doa Keberkahan untuk DKI Jakarta, nanti malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta (MUI DKI Jakarta), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Kantor Kanwil Kemenag akan menyelenggarakan  Gebyar Dizkir Akbar dan Doa Keberkahan untuk DKI Jakarta secara online.

Kegiatan dalam rangka HUT Kota Jakarta yang ke-493 itu akan digelar Kamis (25/6) malam, pukul 20.00-22.00,  via Zoom, dan  dipusatkan di Masjid Fatahillah Balaikota Provinsi DKI Jakarta.

Rencananya, acara ini akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, dengan didampingi Ketua MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, H Saiful Mujab, MA,  dan Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta, KH Ma`mun Al Ayyubi.

Ketua MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar mengatakan, harapan besar dari kegiatan ini adalah agar masyarakat Jakarta tidak lupa dengan sejarah lahirnya kota Jakarta yakni tanggal 22 Juni 1527 dengan tetap mengenang, memperingati dan mengimplementasikan cita-cita yang dibawa oleh Fatahillah. 

“Caranya, dengan menjadikan Jakarta sebagai ibukota negara dengan masyarakatnya yang plural namun toleran, terdidik dan berperadaban, berilmu dan berkebudayaan, dinamis, bersih, toto tentrem kerta raharja serta terbebas dari ancaman pandemi covid-19.  Dan terakhir, yakni mendapatkan cucurah berkah, rahmat dan ridha Allah SWT,” kata Munahar Muchtar dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Ia menambahkan, kegiatan ini selain dilaksanakan di Masjid Fatahillah Balaikota DKI Jakarta yang bisa diikuti secara online via Zoom oleh masyarakat, juga akan  dilaksanakan secara serentak  di masjid-masjid di 44 Kecamatan dan 8 masjid kota serta 1 masjid di Kabupaten Kepulauan Seribu. “Tiap-tiap  masjid minimal akan diikuti oleh minimal 40 ulama, kiai, ustadf maupun habaib,” ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement