Selasa 19 May 2020 08:43 WIB

Kebanjiran, Warga Balekambang Mengungsi dengan Protokol PSBB

Ratusan warga Kelurahan Balekambang mengungsi karena permukimannya terendam banjir.

Warga berdiri di teras rumahnya yang terendam banjir. ilustrasi
Foto: Antara/Rahmad
Warga berdiri di teras rumahnya yang terendam banjir. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 128 orang warga Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, terpaksa harus mengungsi akibat permukimannya terendam banjir pada Selasa (19/5). Ratusan warga harus tetap mematuhi protokol kesehatan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saat mengungsi untuk mencegah penularan Covid-19.

"Tempat pengungsian kita bagi beberapa lokasi agar mereka bisa saling menjaga jarak dan tidak terlalu penuh," kata Camat Kramat Jati, Eka Darmawan, melalui sambungan telepon di Jakarta.

Baca Juga

Saat ini pengungsi dibagi dalam tiga lokasi penampungan yang meliputi Masjid Darussalam, Posko RW 05, dan rumah warga. Eka mengatakan, pihak kelurahan setempat telah diarahkan selalu menerapkan ketentuan jaga jarak terhadap pengungsi untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Sebanyak 128 pengungsi tersebut tergabung dalam 38 kepala keluarga (KK) yang diarahkan mengungsi di tiga lokasi. Setiap KK di lokasi pengungsian diimbau untuk menjaga jarak aman minimal 1 meter serta menggunakan masker.

Eka menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dapur umum Suku Dinas Sosial Jakarta Timur untuk memasok bantuan makanan. "Sudah dikoordinasikan dengan dapur umum Sudin Sosial saat air mulai masuk ke permukiman penduduk," katanya.

Sebelumnya diberitakan banjir di Kelurahan Balekambang menyergap warga di RW 05 dengan ketinggian air 40 sampai 100 sentimeter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menyebutkan banjir terjadi akibat luapan Sungai Ciliwung sejak pukul 03.00 WIB.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement